Bumi Sekarat di Ambang Kiamat? Bulan makin Jauh, Ilmuwan Takut Hal Ini Terjadi

- Kamis, 27 April 2023 | 18:10 WIB
Jika prediksi para ilmuwan terjadi, antara 5-50 miliar tahun lagi, Bulan dan Bumi akan berhenti bergerak menjauh satu sama lain. (Pixabay/Deutschland)
Jika prediksi para ilmuwan terjadi, antara 5-50 miliar tahun lagi, Bulan dan Bumi akan berhenti bergerak menjauh satu sama lain. (Pixabay/Deutschland)

AYOINDONESIA.COM -- Bulan telah menjadi objek yang dipelajari manusia di muka Bumi selama ribuan tahun.

Selain sebagai penanggalan, Bulan juga sangat penting bagi keberlangsungan hidup Bumi karena mempengaruhi pasang surut dan iklim.

Namun, benarkah Bulan semakin menjauhi Bumi dan Kiamat makin dekat?

Kecepatan menjauhnya Bulan diukur dengan bantuan panel reflektif yang ditempatkan oleh Badan Antariksa Amerika (NASA) selama misi Apollo.

Baca Juga: Pemerintah Evakuasi 538 WNI dari Sudan Akibat Konflik Bersenjata, Menlu Retno Imbau WNI Lain Segera Lapor!

Para ilmuwan memperkirakan bahwa Bulan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 sentimeter per tahun.

Momentum sudut menggambarkan energi yang dikandung oleh sesuatu yang berputar. Semakin cepat berputar, semakin banyak momentum sudut yang dimiliki.

Bulan bergerak menjauh dari Bumi karena efek gravitasi yang dimiliki satu sama lain. Tarikan gravitasi Bulan membuat lautan Bumi menonjol ke arah Bulan Gravitasi Bumi menyebabkan efek pasang surut yang serupa di Bulan, dan membuat Bulan berbentuk sedikit bola.

Baca Juga: Twitter Resmi Hapus Centang Biru Gratisan dari Akun Terverifikasi, Harus Berlangganan Sertifikasi Twitter Blue

Lama satu hari di Bumi kira-kira hanya 5 jam ketika Bulan pertama kali terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Kekuatan pasang surut telah membantu menarik Bulan ke jarak rata-rata saat ini sekitar 384.400 kilometer dari Bumi.

Efek pasang surut juga memperlambat laju rotasi Bulan pada porosnya, mengakibatkan Bulan "terkunci secara pasang surut" dengan Bumi. Artinya, selalu menampilkan wajah yang sama ke Bumi. Gaya-gaya ini juga mengurangi kecepatan Bumi berputar.

Dalam skala waktu yang lebih pendek sekitar 5 miliar tahun dari sekarang, ilmuwan memprediksi matahari akan kehabisan 'bahan bakar' nya. Matahari akan membesar menjadi bintang raksasa merah. Dengan begitu, sistem Bumi-Bulan hampir pasti akan terganggu dan hancur.

Dalam waktu sekitar 5 miliar tahun, jika Bulan terus menjauh dari Bumi dengan kecepatan mundurnya saat ini, Bulan akan bergerak sekitar 189.000 km lagi ketika dimakan oleh matahari yang berubah menjadi raksasa.

Namun, menurut Jean Creighton, direktur Planetarium Manfred Olson di University of Wisconsin-Milwaukee, dalam waktu sekitar 50 miliar tahun, rotasi Bumi yang melambat akan menguncinya secara total dengan Bulan. Dampaknya, Bumi hanya akan menunjukkan satu sisi ke Bulan secara permanen.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X