Malaysia Bersiap Memasuki Gelombang Omicron, Kasus Diprediksi Terus Meningkat

- Kamis, 27 Januari 2022 | 11:33 WIB
Covid-19 Omicron Varian. (investor.id)
Covid-19 Omicron Varian. (investor.id)

AYOINDONESIA.COM -- Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengimbau agar masyarakat Malaysia bersiap diri. Pasalnya, dia mengatakan bahwa gelombang Covid-19 varian Omicron telah dimulai di negara itu.

Khairy Jamaluddin menegaskan, jumlah kasus Covid-19 di Malaysia diperkirakan akan meningkat. Hal itu dikatakan lewat cuitan melalui akun resmi Twitter miliknya.

Kendati demikian, dia menuturkan situasinya akan terkendali karena Malaysia sudah memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi. “Sistem kesehatan sudah disiapkan. Kasus serius menurun. Mari kita atasi gelombang ini bersama-sama,” kata dia dilansir dari The Star, Kamis, 27 Januari 2022.

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa kesiapan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencakup penerapan langkah-langkah kesehatan masyarakat dan cakupan testing Covid-19 secara berkala.

Data terakhir pada Rabu (26/1), Malaysia mencatat 4.744 infeksi baru Covid-19. Angka itu menjadikan jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Malaysia menjadi 2.844.969 kasus sejak pandemi dimulai.

Sebelumnya, Khairy menyampaikan varian Omicron masuk di Malaysia pada 19 November 2021, sebelum Afrika Selatan mendeteksi kasus pertamanya. Sebagaimana diketahui, Afrika Selatan menjadi negara pertama yang melaporkan adanya varian tersebut kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Setelah kami mengetahui tentang varian Omicron, kami melakukan genome testing terhadap semua kasus positif dari Bandara Internasional Kuala Lumpur antara 11 dan 28 November, dan kami melihat varian itu sudah ada disini. Itu cara kami mendeteksi varian Omicron,” ujar Khairy dalam akun twitternya @khairykj, Jumat 3 Desember 2021.

Khairy juga membeberkan, individu yang membawa varian Omicron ke Malaysia sudah dalam status tervaksin lengkap dan menjalani karantina mandiri. Individu yang bersangkutan merupakan pelajar berusia 19 tahun yang baru tiba dari Afrika Selatan setelah mengunjungi keluarganya.

Pelajar tersebut bukan merupakan warga negara Malaysia. Berdasarkan informasi resmi yang disebut, dia sempat transit di Singapura pada 19 November 2021.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X