Eropa Beri Izin Bersyarat Penggunaan Obat Covid-19 Besutan Pfizer

- Jumat, 28 Januari 2022 | 16:30 WIB
Ilustrasi Obat Terapi Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Obat Terapi Covid-19 (pixabay)

AYOINDONESIA.COM - Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) pada Kamis (27/1/2022) menyetujui dengan syarat penggunaan paxlovid. Pil Covid-19 buatan Pfizer itu ditargetkan untuk mengobati orang dewasa yang berisiko sakit parah.

"Komite obat-obatan manusia EMA merekomendasikan izin pemasaran bersyarat untuk obat antivirus oral paxlovid sebagai obat Covid-19," kata badan Uni Eropa itu lewat pernyataan, dikutip republika.co.id-jejaring Ayoindonesia.com, Jumat 28 Januari 2022. 

Menurut EMA, paxlovid disarankan untuk mengobati Covid-19 pada orang dewasa yang tidak menggunakan bantuan oksigen dan yang berisiko tinggi berpenyakit parah. Saran tersebut berasal dari studi penggunaan paxlovid dengan melibatkan pasien yang mayoritas terinfeksi SARS-CoV-2 varian delta.

"Pil Pfizer juga diharapkan ampuh melawan omicron dan varian yang lain, kata EMA.

Menurut EMA, izin pemasaran bersyarat digunakan sebagai prosedur otorisasi kilat untuk mempercepat izin penerbitan medis selama darurat kesehatan masyarakat di Uni Eropa. Sementara itu, paxlovid sudah lebih dulu menjadi obat Covid-19 rumahan pertama--tidak harus diberikan melalui infus seperti obat terdahulu--yang disetujui di Amerika Serikat (AS).

Pemerintah di seluruh dunia, termasuk Korea Selatan, Indonesia, dan negara-negara Afrika, tengah berlomba untuk membeli paxlovid. Sementara itu, obat antivirus Covid-19 molnupiravir yang diproduksi Merck menghadapi kemunduran setelah data uji coba yang mengecewakan.

 Pil antivirus Covid-19 Pfizer mengurangi kemampuan virus untuk berkembang biak di dalam tubuh. Kehadiran Paxlovid dinilai menjadi batu loncatan baru dalam menekan kasus, kematian, dan perawatan di rumah sakit akibat Covid-19 yang saat ini sedang meningkat.
 

Paxlovid digadang-gadang sebagai obat Covid-19 yang lebih cepat dan lebih murah, meski saat ini ketersediaannya masih sangat terbatas. Baik obat dari Pfizer maupun Merck dinilai efektif untuk melawan varian omicron. Alasannya, kedua obat ini tidak bekerja dengan menarget spike protein di mana kebanyakan mutasi pada berbagai varian terjadi.

Meski vaksin telah menjadi senjata utama melawan Covid-19, ada harapan bahwa pil eksperimental Merck dan Pfizer dapat menjadi kunci dalam mengurangi kemungkinan kematian atau rawat inap bagi mereka yang paling berisiko mengidap penyakit parah. Namun, mengingat cakupan vaksinasi yang belum merata, kehadiran obat yang bisa diminum di rumah dapat berkontribusi penting dalam mengendalikan gelombang infeksi saat ini dan ke depannya.

 

Halaman:

Editor: Firda Puri

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid-19 Korea Utara Capai Dua Juta Kasus

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:36 WIB
X