15 Negara Eropa Desak Israel Stop Rencana Bangun 4 Ribu Pemukiman Ilegal

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:00 WIB
15 Negara Eropa Desak Israel Stop Rencana Bangun 4 Ribu Pemukiman Ilegal (Ilustrasi: Pixabay  )
15 Negara Eropa Desak Israel Stop Rencana Bangun 4 Ribu Pemukiman Ilegal (Ilustrasi: Pixabay )

 

AYOINDONESIA.COM -- Saat ini, Israel berencana akan membangun lebih dari 4.000 pemukiman Yahudi di kawasan Tepi Barat. Setidaknya 15 negara Eropa mendesak Israel untuk menghentikan rencana pembangunan ilegal itu.

"Kami sangat prihatin dengan keputusan Dewan Perencanaan Tinggi Israel untuk memajukan rencana pembangunan lebih dari 4.000 unit rumah di Tepi Barat. Kami mendesak pihak berwenang Israel untuk membalikkan keputusan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri dari 15 negara Uni Eropa tersebut, sebagaimana dilansir dari Republika, Sabtu 14 Mei 2022.

Lima belas negara Uni Eropa yang menentang rencana Israel tersebut antara lain Prancis, Belgia, Denmark, Finlandia, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Spanyol, dan Swedia. Menurut mereka, pembangunan pemukiman ilegal itu dapat menjadi hambatan untuk mencapai solusi dua negara.

"Israel jelas melanggar hukum internasional dan menghalangi perdamaian yang adil, abadi dan komprehensif antara Israel dan Palestina. Keputusan ini, serta penghancuran dan pengusiran yang mempengaruhi populasi Palestina di Yerusalem Timur dan Area C, secara langsung mengancam kelangsungan hidup negara Palestina di masa depan," ujar pernyataan bersama 15 negara Uni Eropa itu.

Baca Juga: Jadwal Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 29 Terbaru, Simak di Sini

Negara-negara Uni Eropa juga mendesak Israel untuk tidak melanjutkan penghancuran atau penggusuran yang direncanakan, terutama di Masafer Yatta. Menggemakan pernyataan bersama dari 15 negara Uni Eropa, juru bicara Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris mengatakan, Inggris prihatin dengan keputusan Pemerintah Israel yang memajukan pembangunan 4.000 pemukiman baru di wilayah pendudukan Tepi Barat.

"Posisi Inggris adalah bahwa permukiman ilegal menurut hukum internasional. Kami mendesak Israel untuk membatalkan keputusan ini," ujar juru bicara itu.

Pada Jumat 13 Mei 2022, Turki juga mengutuk rencana Israel untuk memperluas pemukiman ilegal. Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional. Sehingga semua pemukiman Yahudi yang dibangun di wilayah tersebut adalah ilegal.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid-19 Korea Utara Capai Dua Juta Kasus

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:36 WIB

Korut Laporkan 21 Kematian Baru Akibat Covid-19

Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:00 WIB
X