Gabung NATO, Turki Meminta Swedia dan Finladia Akhiri Dukungan pada Kelompok Teror

- Minggu, 22 Mei 2022 | 07:22 WIB
Gabung NATO, Turki Meminta Swedia dan Finladia Akhiri Dukungan pada Kelompok Teror/Instagram @rterdogan
Gabung NATO, Turki Meminta Swedia dan Finladia Akhiri Dukungan pada Kelompok Teror/Instagram @rterdogan
 
AYOINDONESIA.COM -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Sabtu, 21 Mei 2022, mendesak kepada pemimpin Swedia dan Finladia dalam panggilan telepon yang terpisah untuk segera meninggalkan dukungan keuangan dan politik kepada kelompok teroris yang mengancam keamanan nasional negarannya.
 
Dilansir dari Middle East Eye, pada awal pekan ini jika Turki telah memblokir dimulainnya pembicaraan dengan NATO mengenai tawaran dari Finlandia dan Swedia untuk dapat bergabung dengan aliansi.
 
Sebelumnnya, pada pertemuan antara duta besar Nato pada tanggal 18 Mei 2022 di Brussel, Turki memberikan suara menentang dimulainnya diskusi, dengan alasan keberatannnya terhdapat tawaran tersebut.
 
Menurut sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan jika Turki secara terbuka menyatakan penentangannnya terhadap Finlandia dan aksesi Swedia kepada NATO dan betindak seperti yang dijanjikann.
 
Turki pun menudu kedua negara tersebut telah mengadopsi sikap longgar terhadap Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan perjuangan bersenjatan dengan Turki semenjak 1984.
 
Pertama untuk kemerdekaan Kurdi dan kemudian untuk wilayah otonom.
 
Sementara itu, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab semuannya telah menetapkan PKK sebagai bagian dari organisasi teroris, karena sejarah serangan yang mematikan terhadap warga sipil.
 
Finlandia dan Swedia Swedia yang secara resmi mendaftar kepada NATO pada hari Rabu, 18 Mei 2022. Semua anggota NATO pun harus menyutujui penerimaan mereka. Tetapi, dengan adannya Sikap Turki tidak berati jika penerimaan tersebut mati, karene proposal tersebut terbuka untuk negoisiasi dan dapat diajukan di kemudian hari.
 
Di sisi lain, Erdogan mengatakan kepada Perdana Menteri Swedia Magdalena Anderson jika Swedia harus segera mengakhiri dukungan politik, keuangan serta senjata kepada organisasi teroris.
 
Turki juga mengharapkan Swedia untuk dapat mengambil segera langkah-langkan yang dapat menunjukkan jika mereka  memiliki perhatian yang sama dengan Ankara atas PKK berserta cabang-cabangnya yang berada di Irak dan Suriah.
 
Erdogan juga mengatakan jika itu adalah hak paling hak alami yang dapat Turki harapkan untuk dapat melawan ancaman yang jelas terhadap keamanan nasional.
 
Tuduhan Turki ditolak
 
Pejabat Turki pun menuntut agar Swedia dan Finladia untuk segera mengestradisi tersangka PKK ke Turki, dan menghentikan kegiatan PKK di negara masing-masing  dan mengakhiri larangan ekspor militer yang telah diperkenalkan pada 2019 sebagai tanggapan atas adanya operasi militer Ankara di Suriah.
 
Di sisi lain, Swedia dan Finladia menolak segala tuduhan dari Turki, mereka pun menegaskan pengakuan mereka terhdap PKK sebagai kelompok teror dan membantah memberikan dukungan apapun.
 
Meskipun, Swedia dan Finlandia secara hitoris menjaga jarak dari NATO sebagai bagian dari kebijakan lama yang bertujuan untuk menghindari kemarahan Rusia.
 
Namun, kedua negara tersebut bergeraak maju dengan tawaran keanggotaan mereka kepada NATO, karena terkejut atas invasi tetangga mereka ke Ukraina, yang gagal begabung dengan NATO.
 
Sementara itu, para pemimpin Swedia dan Finlandia pada hari Kamis, 19 Mei 2002 disambut oleh Presiden AS Joe Bide, yang mendukung upaya mereka untuk segera bergabung dengan NATO.
 
Biden pun mengatakan jika bergabungnya Finlandia dan Swedia akan membuat NATO semakin kuat dan Amerika Serikat akan memberikan dukungan penuh kepada dua negara tersebut.
 
Ikuti berita menarik AyoIndonesia.com lainnya di GOOGLE NEWS 

Editor: Firda Puri

Sumber: AyoIndonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Hasil Pertemuan Jokowi dan Presiden Putin

Jumat, 1 Juli 2022 | 06:29 WIB
X