Perdagangan Kripto via Lembaga Keuangan di Indonesia Resmi Dilarang OJK

- Rabu, 26 Januari 2022 | 05:28 WIB
dukungan google py terhadap pembayaran kripto sebagai upaya Google unutk memperluas jaringan, tidak hanya itu dukungan ini berlaku unutk tiket digital, dan kartu vaksin (Photo by David McBee from Pexels)
dukungan google py terhadap pembayaran kripto sebagai upaya Google unutk memperluas jaringan, tidak hanya itu dukungan ini berlaku unutk tiket digital, dan kartu vaksin (Photo by David McBee from Pexels)

 

AYOINDONESIACOM--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang lembaga jasa keuangan untuk memfasilitasi perdagangan aset kripto di Tanah Air.

Aset kripto merupakan jenis komoditi yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun, sehingga masyarakat harus paham risikonya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap aset kripto.

"OJK dengan tegas telah melarang lembaga jasa keuangan untuk menggunakan, memasarkan, dan/atau memfasilitasi perdagangan aset kripto," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Muhammadiyah Haramkan Kripto, Ini Alasannya

Menurutnya pengaturan dan pengawasan aset kripto dilakukan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Sebelumnya Satgas Waspada Investasi (SWI) juga telah meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi aset kripto yang saat ini marak agar tidak menjadi korban penawaran pedagang aset kripto yang tidak terdaftar di Bappebti, sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

SWI telah menghentikan satu entitas yaitu PT Rechain Digital Indonesia yang melakukan perdagangan aset kripto Vidy Coin dan Vidyx tanpa izin.

Halaman:

Editor: Asep Dadan Muhanda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Antam Kamis 19 Mei 2022 Naik Rp2.000

Kamis, 19 Mei 2022 | 09:38 WIB
X