Teknologi SCR Di PLTU Jawa 9 dan 10 Jadi Acuan Penurunan Emisi Pembangkit

- Senin, 14 November 2022 | 15:19 WIB
Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana menyaksikan penandatanganan MoU ‘Join Study co-firing of 60% Green Amonia at SCR-equipped USC Power Plant of Jawa 9&10”, antara Direktur Utama PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLNE) Chairani Rachmatullah dengan Presiden Direktur PT Indo Raya Tenaga (IRT) P
Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana menyaksikan penandatanganan MoU ‘Join Study co-firing of 60% Green Amonia at SCR-equipped USC Power Plant of Jawa 9&10”, antara Direktur Utama PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLNE) Chairani Rachmatullah dengan Presiden Direktur PT Indo Raya Tenaga (IRT) P

AYOINDONESIA.COM– Teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) dan penggunaan energi primer green amonia, menjadi salah satu opsi yang kini tengah dikembangkan untuk menurunkan emisi karbon pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Teknologi yang punya potensi untuk digunakan pada sejumlah PLTU ini, merupakan bagian dari upaya untuk dekarbonisasi yang ditimbulkan dari pembakaran batu bara.

Dengan alasan inilah PT Prima Layanan Nasional Enjiniring dengan PT Indo Raya Tenaga (IRT) sepakat untuk menjalin MOU “Join Study co-firing of 60% Green Amonia at SCR-equipped USC Power Plant of Jawa 9&10”. Penandatanganan kesepakatan ini di lakukan di sela-sela rangkaian B20 di Nusa Dua Bali, Senin (14/11).

Hartarto Wibowo, Direktur Coorporate Planing & Business Development PLN menuturkan, kerjasama antara PLN Enjiniring, anak usaha PLN dengan IRT sebagai pengambang PLTU Jawa 9&10 ini ditujukan untuk kemungkinan penggunakan energi primer green amonia sebagai bahan bakar PLTU sebanyak 60% karena Jawa 9&10 sudah dilengkapi teknologi SCR.

“Kami harap studinya menghasilkan sesuau yang luar biasa. Dan ini akan menjadi cara kita agar coal power plant pun akan lebih ramah lingkungan,” tuturnya.

Menurutnya, feasibility study yang dijalankan bisa rampung dalam waktu tiga bulan ke depan. Setelah itu hasilnya bisa dipresentasikan ke Drektorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM).

“Ini semua untuk hidup yang lebih renewable,” serunya.

Baca Juga: Emisi PLTU Bisa Dikurangi dengan Teknologi SCR

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana mengatakan, sejauh ini sudah ada upaya keras baik dari pemerintah maupun PLN dalam melakukan dekarbonisasi untuk PLTU. Apa yang dilakukan pengelola PLTU Jawa 9&10 dengan teknologi SCR yang menggunakan 'green ammonia' menjadi satu opsi yang dikaji serius. Dia berharap kajian ini juga tidak lama dilakukan.

“Tak ada yang salah dengan batubara, karena sebagai produk ia bermanfaat. Hal yang kita hindari adalah batubara itu kan ujungnya ada C02. Karena itu kita harus cari cara bagaimana agar emisinya bisa berkurang atau terserap,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Asep Dadan Muhanda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

bank bjb syariah KCP Pangandaran Resmi Beroperasi

Senin, 16 Januari 2023 | 19:32 WIB
X