AYOINDONESIA.COM -- Hikayat Nabi Ibrahim dalam Haji dan Kurban memiliki keterkaitan erat dengan perayaan Idul Adha.
Dalam artikel ini akan disajikan teks khutbah jumat singkat mengenai "Hikayat Nabi Ibrahim dalam Melaksanakan Ibadah Haji dan Kurban".
Perayaan Hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah 1444 Hijriah, memiliki makna yang mendalam bagi umat Muslim.
Dalam khutbah ini, kita akan mengulik Hikayat Nabi Ibrahim dalam Haji dan Kurban sebagai tema utama.
Dalam hikayat ini, Nabi Ibrahim ditantang oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail, sebagai bentuk pengorbanan dan kesetiaan kepada-Nya.
Namun, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba sebagai tanda kesetiaan Ibrahim yang tulus. Kisah ini mengajarkan kepada kita tentang pengorbanan, kepercayaan, dan ketundukan kepada kehendak Allah.
Dalam menyampaikan khutbah ini, marilah kita merenungkan nilai-nilai yang terkandung dalam Hikayat Nabi Ibrahim.
Saat kita melaksanakan ibadah kurban, kita dianjurkan untuk mengikuti jejak Ibrahim yang mengutamakan kesetiaan dan kepatuhan kepada Allah. Kita juga diingatkan tentang pentingnya sikap ikhlas dalam setiap amal ibadah yang kita lakukan.
Lebih lanjut berikut merupakan teks khutbah jumat singkat mengenai "Hikayat Nabi Ibrahim dalam Melaksanakan Ibadah Haji dan Kurban" yang telah dilansir ayoindonesia.com dari laman NU Online pada Senin, (22/5/2023).
Khutbah I
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ اِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الْقَهَّارِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمٍ تَتَوَالَى كَالْأَمْطَارِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مُتَرَادِفِ فَضْلِهِ الْمِدْرَارِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا مِنَ النَّارِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُخْتَارُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلَ مَنْ حَجَّ وَاعْتَمَرَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأَبْرَارِ
أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah, Idul Adha yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia pada setiap bulan Dzulhijjah merupakan hari raya yang sangat identik dengan dua ibadah, yakni haji dan kurban.
Dalam tuntunan agama Islam, ke dua ibadah ini memang hanya bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah. Hari Raya Idul Adha, haji, dan kurban juga tak bisa dipisahkan dari kisah dan perjalanan hidup Nabi Ibrahim beserta keluarga karena banyak peristiwa yang mewarnai kehidupannya diabadikan dalam ritual ibadah haji dan kurban.
Artikel Terkait
Teks Materi Khutbah Jumat Minggu Keempat Syawal: Allah Sang Maha Pencipta
Teks Khutbah Jumat Singkat: Allah Sang Maha Pengampun Penerima Tobat
Khutbah Jumat Singkat Minggu Keempat Syawal: Mengingat Hisab Akhirat saat Menikmati Kenikmatan Dunia
Teks Khutbah Jumat Singkat: Memperkuat Habluminannas dengan Menjadi Pribadi yang menyenangkan
Teks Khutbah Jumat Singkat: Berkah di Bulan Syawal
Teks Khutbah Jumat Singkat berjudul: Mengungkap Makna Berkurban di Hari Raya Idul Adha