Tempo Doeloe : Kaisar Gia King (Jiaqing) Mati Disambar Petir di Dalam Istananya

- Kamis, 25 November 2021 | 17:07 WIB
Tulisan tentang Kaisar Gia King (Jiaqing) dan 7 raja pemilik nama Alexander yang mati secara tidak wajar.  (Sin Po, 2 Februari 1935)
Tulisan tentang Kaisar Gia King (Jiaqing) dan 7 raja pemilik nama Alexander yang mati secara tidak wajar. (Sin Po, 2 Februari 1935)

Raja Alexander dari Griekenland termasuk ke dalam raja yang meninggal dunia dengan cara yang aneh. Syahdan, Raja Alexander ini suka binatang. Pada suatu waktu dia sedang bermain-main dengan binatangnya di taman. Iseng-iseng Raja Alexander menyuruh anjingnya mengganggu monyet. Anjing itu menggonggong membuat monyet kaget.

Salah seekor monyet yang kaget bereaksi dengan menggigit kaki Raja Alexander. Ternyata luka gigitan monyet itu menghebat. Sebetulnya luka itu bisa dicegah agar tak merenggut nyawa Raja Alexander. Caranya dengan mengamputasi kaki yang terluka itu. Tapi apa kata dunia kalau ada satu negara yang diperintah oleh seorang raja berkaki buntung.

Akhirnya kaki raja itu tidak diamputasi yang malah berakibat pada hilangnya nyawanya.

Baca Juga: Tempo Doeloe : Persaingan Bahasa Melayu, Bahasa Portugis, dan Bahasa Belanda di Indonesia

Raja Alexander adalah 1 dari 7 raja pemilik nama Alexander yang meninggal dunia bukan lantaran usia tua. Keenam Alexander lainnya adalah:

  1. Raja Alexander II dari Rusland (1818-1881), meninggal dunia terkena bom di St Petersburg
  2. Raja Alexander I, radja dari Servie (1876-1903) mati dibunuh oleh pemberontak
  3. Raja Alexander dari Yogoslavia, mati ditembak pada 1934 
  4. Kaisar bangsa Romein, Alexander Severus (222-235), mati dibunuh serdadu Sisilia
  5. Raja Epirus, Alexander I (jadi raja tahun 342 sebelum lahirnya Nabi Isa), mati dibunuh
  6. Raja Scotland Alexander III (1241-1285) mati lantaran jatuh dari kuda saat hendak mengunjungi permaisurinya

Berikut adalah tulisan asli tentang nasib para raja yang meninggal secara tidak sewajarnya itu:

Matinja radja Albert dari Belgie waktoe pandjet goenoeng dan diboenoenja radja Alexander dari Yugoslavia kombali oendjoek bagimanapoen radja-radja tida terlepas dari nasib manoesia biasa jang saban waktoe bisa dapet katjilakahan tida terdoega.

Radja-radja jang diboenoe mati, ada satoe hal jang tida terlaloe djarang kadjadian, teroetama di bebrapa negri. 

Di Rusland oepama keizer Alexander II diboenoe mati dan begitoepoen keizer jang paling blakang Nicolaas II. 

Tapi djoega ada radja-radja jang mati setjara jang boleh dinamaken loear biasa.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Al Fatihah : Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan

Minggu, 28 November 2021 | 09:24 WIB

Logo Muktamar ke 34 NU: Makna dan Filosofinya

Jumat, 26 November 2021 | 16:23 WIB
X