Tempo Doeloe : Kaisar Gia King (Jiaqing) Mati Disambar Petir di Dalam Istananya

- Kamis, 25 November 2021 | 17:07 WIB
Tulisan tentang Kaisar Gia King (Jiaqing) dan 7 raja pemilik nama Alexander yang mati secara tidak wajar.  (Sin Po, 2 Februari 1935)
Tulisan tentang Kaisar Gia King (Jiaqing) dan 7 raja pemilik nama Alexander yang mati secara tidak wajar. (Sin Po, 2 Februari 1935)

AYOINDONESIA.COM—Cerita Kaisar Gia King yang mati karena disambar petir ini adalah tulisan tempo doeloe yang diambil dari mingguan Sin Po Special-Nummer No 618, 2 Februari 1935. Yakni dari tulisan berjudul “Radja-radja jang mati setjara loear biasa”. Linkn-nya bisa dibuka di sini.

Dalam tulisan tempo doeloe itu juga diceritakan tentang raja-raja yang mati secara aneh. Tak banyak, tapi matinya seperti orang kebanyakan.

Ada juga fakta aneh: kebanyakan raja yang mati tidak biasa itu namanya Alexander. Oleh karena itu sempat keluar anggapan bahwa nama Aleksander membawa sial.

Memang dari kematian yang aneh dari yang paling aneh adalah matinya Kaisar Gia King (Jiaqing) (1760-1820). Kaisar Gia King sudah dua kali hampir jadi korban pembunuhan. Rencana pembunuhan pertama terjadi pada 1803. Pembunuhnya, pemberontak bernama Chen De sudah berhasil masuk ke istana, tapi gagal.

Rencana pembunuhan kedua dilakukan pemberontak lain bernama Lin Qing. Lin Qing ini juga masuk istana. Beruntung nyawa Kaisar Gia King terselamatkan pengawalnya.

Baca Juga: Tempo Doeloe : Belanda Beli Manhattan Rp 60 Lalu Ditukar dengan Pulau Run di Laut Banda

Kedua pembunuh itu masuk dengan bersembunyi di antara pepohonan yang banyak berdiri di istana. Karena trauma pohon-pohon itu dijadikan tempat bersembunyi pembunuh, Kaisar Gia King memerintahkan untuk membabat habis pepohonan itu.

Lingkungan yang tidak berpepohonan itu malah menjadikan istana sebagai satu-satunya bangunan tinggi yang ramah untuk petir. Maka ketika kaisar sakit sepulangnya dari berburu, Kaisar Gia King tinggal di dalam istananya. Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba geledek menyambar dan mengenai Kaisar Gia King.

7 Raja Bernama Alexander Mati Karena Dibunuh, Digigit Monyet, dan Jatuh dari Kuda

Raja Alexander dari Griekenland termasuk ke dalam raja yang meninggal dunia dengan cara yang aneh. Syahdan, Raja Alexander ini suka binatang. Pada suatu waktu dia sedang bermain-main dengan binatangnya di taman. Iseng-iseng Raja Alexander menyuruh anjingnya mengganggu monyet. Anjing itu menggonggong membuat monyet kaget.

Salah seekor monyet yang kaget bereaksi dengan menggigit kaki Raja Alexander. Ternyata luka gigitan monyet itu menghebat. Sebetulnya luka itu bisa dicegah agar tak merenggut nyawa Raja Alexander. Caranya dengan mengamputasi kaki yang terluka itu. Tapi apa kata dunia kalau ada satu negara yang diperintah oleh seorang raja berkaki buntung.

Akhirnya kaki raja itu tidak diamputasi yang malah berakibat pada hilangnya nyawanya.

Baca Juga: Tempo Doeloe : Persaingan Bahasa Melayu, Bahasa Portugis, dan Bahasa Belanda di Indonesia

Raja Alexander adalah 1 dari 7 raja pemilik nama Alexander yang meninggal dunia bukan lantaran usia tua. Keenam Alexander lainnya adalah:

  1. Raja Alexander II dari Rusland (1818-1881), meninggal dunia terkena bom di St Petersburg
  2. Raja Alexander I, radja dari Servie (1876-1903) mati dibunuh oleh pemberontak
  3. Raja Alexander dari Yogoslavia, mati ditembak pada 1934 
  4. Kaisar bangsa Romein, Alexander Severus (222-235), mati dibunuh serdadu Sisilia
  5. Raja Epirus, Alexander I (jadi raja tahun 342 sebelum lahirnya Nabi Isa), mati dibunuh
  6. Raja Scotland Alexander III (1241-1285) mati lantaran jatuh dari kuda saat hendak mengunjungi permaisurinya

Berikut adalah tulisan asli tentang nasib para raja yang meninggal secara tidak sewajarnya itu:

Matinja radja Albert dari Belgie waktoe pandjet goenoeng dan diboenoenja radja Alexander dari Yugoslavia kombali oendjoek bagimanapoen radja-radja tida terlepas dari nasib manoesia biasa jang saban waktoe bisa dapet katjilakahan tida terdoega.

Radja-radja jang diboenoe mati, ada satoe hal jang tida terlaloe djarang kadjadian, teroetama di bebrapa negri. 

Di Rusland oepama keizer Alexander II diboenoe mati dan begitoepoen keizer jang paling blakang Nicolaas II. 

Tapi djoega ada radja-radja jang mati setjara jang boleh dinamaken loear biasa.

Baca Juga: Tempo Doeloe : Sejarah Uang Kepeng Tionghoa di Indonesia

Begitoelah keizer Gia King dari Tiongkok mati disamber… gledek dalem astananja di Jehol waktoe lagi sakit (Sven Hedin, Jehol, 192).

Boleh djadi ia ada radja satoe-satoenja jang mati lantaran api dari langit, maski keizer-keizer Manchu selaloe pandang dirinja ada anak-anak dari Langit!

Satoe radja laen jang mati setjara aneh ada radja Alexander dari Griekenland sebab ia ini mati sebab di gigit... monjet!

Ia soeka sekali binatang dan waktoe lagi maen di kebon bersama andjing-andjingnja, satoe antaranja ia soeroe gongong monjet-monjet piarahannja boeat ganggoe marika, tapi satoe monjetnja begitoe kaget, hingga gigit Alexander poenja kaki (Ludwig, Füh-rer Europas, p.249).

Ini loeka djadi heibat dan dokter-dokter kata kaloe potong itoe kaki radja terseboet tentoe bisa semboe, tapi orang tida maoe lakoeken ini operatie sebab kata, satoe radja kakinja koetoeng?!

Dan sebab membandel achirnja radja Alexander tiwas djiwanja. 

Jang boleh dinamaken sedikit aneh jalah radja-radja jang mati tida sewadjarnja banjak jang bernama… Alexander.

Orang jang tachajoel tentoe kata itoe nama ada nama sial!

Baca Juga: Cerpen Peranakan Tionghoa

Alexander II dari Rusland (1818-1881) mati dibom di St. Petersburg; Alexander I, radja dari Servie (1876-1903) djoega mati diboenoe bersama istrinja oleh officieren jang brontak; radja Alexander dari Yogoslavie dalem taon 1934 poen mati ditembak orang dan radja Alexander dari Griekenland mati digigit monjet.

Di djeman poerbakala keizer bangsa Romein, jalah Alexander Severus (222-235) djoega mati diboenoe oleh soldadoe di Sicila. 

Alexander I, radja dari Epirus jang djadi radja kira-kira dalem taon 342 sabelonnja Jezus, djoega mati diboenoe! 

Alexander III (1241-1285) radja dari Scotland mati… djato dari koeda di tempat gelap waktoe ia hendak koendjoengin permisoerinja!

Antara radja-radja jang pake nama Alexander tida koerang 7 jang mati boekan sewadjarnja….

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Al Fatihah : Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan

Minggu, 28 November 2021 | 09:24 WIB

Logo Muktamar ke 34 NU: Makna dan Filosofinya

Jumat, 26 November 2021 | 16:23 WIB
X