Suami Istri Wajib Tahu, Ini Waktu Terbaik Berhubungan Intim Sesuai Sunnah Menurut Ustadz Ammi Nur Baits

- Kamis, 25 November 2021 | 20:03 WIB
Pixabay/sonming4
Pixabay/sonming4



JAKARTA, AYOINDONESIA.COM - Berhubungan badan atau berhubungan intim merupakan sebuah kebutuhan  bagi suami istri.

Berhubungan badan atau jima, termasuk nafkah batin dari suami untuk istrinya dan bisa mendapatkan pahala.

Disamping untuk memperoleh keturunan, berhubungan intim juga sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Islam sebagai agama yang sempurna mengatur segala aspek kehidupan termasuk masalah berhubungan intim.

Saat berjima hendaknya mengikuti tata cara yang diajarkan Rasulullah SAW.

Lalu adakah waktu khusus yang dianjurkan untuk berhubungan intim?

Berikut penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits yang dikutip dari konsultasisyariah.com.

Mengenai kapan waktu berhubungan intim yang sesuai ajaran Islam, Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan dua hal.

Pertama, ada keadaan suami dianjurkan untuk mendatangi istrinya. Keadaan tersebut yaitu ketika suami melihat perempuan lain kemudian ia tertarik padanya.

Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Wanita itu, ketika dilihat seperti setan (punya kekuatan menggoda). Karena itu, jika ada lelaki melihat wanita yang membuatnya terpikat, hendaknya dia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang ada pada istrinya juga ada pada wanita itu." (HR. Turmudzi).

Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda.

”Jika ada lelaki yang terpikat dengan seorang wanita, hingga membuat dia jatuh cinta, hendaknya dia segera mendatangi istrinya dan melakukan hubungan dengannya. Dengan ini akan menghilangkan perasaan cinta dalam hatinya.” (HR. Muslim 1403).

Kedua, tidak ditemukan dalil yang mengkhususkan untuk berhubungan intim pada waktu tertentu.

Tetapi jika melihat kebiasaan orang-orang shaleh dahulu, ada 2 waktu yang biasa digunakan untuk berhubungan intim.

1. Tiga waktu aurat

Tiga waktu aurat adalah sebelum subuh, siang hari waktu dzuhur dan setelah isya.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran.

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di waktu dzuhur dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga waktu aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu." (QS. An-Nur: 58).

Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari as-Sudi,

”Dulu para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka terbiasa melakukan hubungan badan dengan istri mereka di tiga waktu tersebut. Kemudian mereka mandi dan berangkat shalat. Kemudian Allah perintahkan agar mereka mendidik para budak dan anak yang belum baligh, untuk tidak masuk ke kamar pribadi mereka di tiga waktu tersebut, tanpa izin. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/83).

2. Setelah Tahajud

Dari al-Aswad bin Yazid, bahwa beliau pernah bertanya kepada Aisyah r.a tentang kebiasaan shalat malamnya Rasulullah SAW. A’isyah r.a menjelaskan,

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di awal malam, kemudian bangun tahajud. Jika sudah memasuki waktu sahur, beliau shalat witir. Kemudian kembali ke tempat tidur. Jika beliau ada keinginan, beliau mendatangi istrinya. Apabila beliau mendengar adzan, beliau langsung bangun. Jika dalam kondisi junub, beliau mandi besar. Jika tidak junub, beliau hanya berwudhu kemudian keluar menuju shalat jamaah." (HR. an-Nasai 1680 dan dishahihkan al-Albani).

Berdasarkan keterangan tersebut sebagian ulama menganjurkan untuk melakukan hubungan intim selepas Tahajud.

Hal ini berdasarkan 3 pertimbangan yaitu:
- Mendahulukan hak Allah, dengan beribadah terlebih dahulu.
- Menghindari tidur ketika junub.
- Di awal malam umumnya perut penuh, dan di akhir malam umumnya perut dalam keadaan kosong.

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits semua keterangan tersebut bukanlah acuan melainkan hanya semata-mata tradisi orang-orang sholeh zaman dahulu.

Kesimpulannya menurut Ustadz Ammi Nur Baits dalam hal waktu berhubungan intim tidak ada acuan khusus, sehingga dikembalikan kepada kebutuhan dan kebiasaan masyarakat.

 

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Dosa Ghibah Membuat Manusia 'Bangkrut' Semua Amalnya

Senin, 29 November 2021 | 11:57 WIB

Rasulullah Mendoakan Umatnya di Pagi Hari, Mengapa?

Senin, 29 November 2021 | 06:10 WIB

Surat Al Fatihah : Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan

Minggu, 28 November 2021 | 09:24 WIB
X