Mengenal Samarkand, Kota para Ulama

- Jumat, 26 November 2021 | 09:58 WIB
Samarkand, Kota dari Timur. (Republika)
Samarkand, Kota dari Timur. (Republika)

AYOINDONESIA.COM -- Ketika Syaikh Jumadil Kubro, “bapak para Walisongo”, dan kawan-kawannya menginjakkan kaki di Pulau Jawa pada abad ke-14, apakah mereka tidak membayangkan betapa jauh perjalanan yang telah mereka tempuh? Beribu-ribu kilometer pastinya. Berapa lama mereka membutuhkan waktu “mengarungi laut” hingga sampai di tanah Jawa yang tentu saja saat itu alat transportasi dan alat komunikasi masih seadanya?

Menerjang gelombang. Menembus badai. Dingin dan panas datang silih berganti. Tapi, semua halang rintang itu tak menyurutkan tekad mereka untuk menyebarkan Islam di tanah Jawa. Tentu saja mereka lama meninggalkan keluarganya di kampung halamannya yang bernama: Samarkand. Sebuah kota di Asia Tengah. Apakah mereka tak rindu dengan kota yang telah membesarkannya?

Samarkand-lah kampung halaman mereka. Sebuah kota yang indah di Uzbekistan. Saking indahnya, kota itu disebut sebagai “kota surga”. Pemandangannya cantik. Berhawa sejuk. Dalam catatan Arab Kuno, kota Samarkand disebut sebagai “Permata dari Timur”. Bahkan, orang-orang Eropa menyebutnya “Tanah para Ilmuwan”.

Baca Juga: Mengenal Peradaban Islam Turki, Negara Asal Toprak Razgatlioglu

Kota ini pernah mengalami tiga kali masa kehancuran. Yang pertama pada 329 SM oleh Alexander Agung, ketika Samarkand masih bernama Markanda. Kehancuran kedua terjadi pada masa Jengis Khan tahun 617 H/220 M. Terakhir, terjadi pada masa Uzbek, pertengahan abad 9 Hijriah/15 M).

Penduduknya tak banyak. Sekitar 500.000 jiwa. Usia kota Samarkand tergolong tua. Didirikan pada 700 SM. Setua kota legendaris lain, Roma di Italia, Athena di Yunani, dan Babylonia, di Irak. Saat ini, Samarkand merupakan kota ketiga terpenting di Uzbekistan. Kota ini terkenal dalam bidang pertanian, perdagangan, dan industri.

Tapi, bukan itu yang membuat kota itu terkenal ke seantero dunia. Tak jauh dari Samarkand, ada sebuah kota yang setiap Muslim akrab sebagai nama seorang perawi hadis termasyhur, yaitu Bukhari. Nama asli Bukhari adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail. Karena berasal dari kota Bukhoro atau Buchora atau Buxoro itulah, ia dipanggil Imam Bukhari. Imam Bukhari rahimahullah, penulis buku Hadis sahih yang paling autentik dan masyhur itu, berada di Samarkand.

Kota Samarkand dalam sejarah ke-Islaman masa lalu pernah disebut “kota pelajar” karena menjadi tempat penyebaran agama Islam, khususnya ke negara-negara Asia Tengah. Bahkan, kota itu merupakan tempat tinggal para tokoh ulama terkenal, seperti Muhammad Addi As-Samarkandi, Abu Manshur Maturidi, Abul Hasan Maidani, Ahmad ibn Umar, Abu Bakr As-Samarkandi, Muhammad ibn Mas'ud As-Samarkandi (penyusun Tafsir Al-Iyasyi), Alauddin As-Samarkandi, Najibuddin As-Samarkandi, Abul Qasim Al-Laitsi As-Samarkandi dan Qadi Zadah Ar-Rumi.

Kekaisaran Rusia menyerbu kota Samarkand dan kota-kota Islam lainnya bersamaan waktunya saat Turki Utsmani mengancam Eropa, Asia, dan Afrika pada pertengahan abad keenam belas. Ketika Komunis berkuasa di Rusia, Samarkand masuk menjadi bagian negara Uni Soviet hingga masa keruntuhannya pada 1991. Setelah Republik Uzbekistan merdeka, kota Samarkand masuk ke dalam wilayah Republik Uzbekistan.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Al Fatihah : Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan

Minggu, 28 November 2021 | 09:24 WIB

Logo Muktamar ke 34 NU: Makna dan Filosofinya

Jumat, 26 November 2021 | 16:23 WIB
X