Empat Penemuan Terbaik di Bidang Arkeologi, Salah Satunya Kota Emas Kuno

- Senin, 27 Desember 2021 | 05:29 WIB
Temuan arkeologi. (The Sun)
Temuan arkeologi. (The Sun)



AYOINDONESIA.COM -- Tahun 2021 telah menghasilkan beberapa penemuan arkeologi yang begitu menakjubkan. Tulisan ini memuat empat penemuan arkeologi terbaik, antara lain:

Kota Emas Luxor

Di bulan April para arkeolog mengumumkan sebuah kota Mesir Kuno telah ditemukan setelah 3 ribu tahun. Para ahli memuji penemuan ini sebagai penemuan paling penting sejak makam Tutankhamun.

Kota Emas Luxor menjadi kota kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir. Ahli Mesir Kuno, Zahi Hawass mengumumkan bahwa kota tersebut ditemukan di dekat Luxor, rumah dari Lembah Para Raja.

Selain jalan perkotaan dan bukti bangunan, mereka telah menemukan banyak artefak, bahkan sisa-sisa kerangka. Kota Emas Luxor ini telah disebutkan dalam teks-teks kuno yang membuat para ahli mencoba untuk mencarinya selama beberapa tahun.

Kereta Upacara Romawi

Pada bulan Februari tersiar kabar bahwa kereta Romawi yang berusia 2.000 tahun telah ditemukan dalam kondisi hampir utuh di pinggiran kota Pompeii yang hancur. Kereta tersebut ditemukan di sebuah villa dekat dengan tembok kota metropolitan kuno yang terkubur pada saat letusan gunung berapi di tahun 79 Masehi.

Baca Juga: NASA Sukses Luncurkan Teleskop Luar Angkasa James Webb

Peta Tertua di Eropa

Pada awal tahun 2021 para peneliti mengumumkan lempengan batu yang berasal dari Zaman Perunggu kemungkinan mewakili peta tertua di Eropa. Artefak berukuran 2 meter kali 1,5 meter tersebut diyakini berasal dari Zaman Perunggu awal, yakni antara tahun 1900 SM dan 1650 SM.

Ukiran rumit pada potongan batu yang dikenal sebagai Saint-Belec Slab tersebut menggambarkan area Brittany barat, Prancis. Para peneliti mengatakan batu yang terfragmentasi itu sebagai peta 3D tertua dari wilayah yang diketahui di Eropa.

Lempengan Saint-Belec digali dari gundukan pemakaman kuno di Finistere, Brittany barat oleh arkeolog local yang bernama Paul du Chatellier pada tahun 1900. Lempengan tersebut disisihkan di rumah Chatellier dan telah dilupakan selama satu abad hingga ditemukan kembali di tahun 2014. Barulah survei 3D baru terhadap artefak menunjukkan bahwa artefak itu menampilkan peta area lokal yang terukir ribuan tahun yang lalu.

Seni Tangan dan Tapak Kuno

Contoh tertua dari seni bergerak yang terdiri dari tangan dan jejak kaki itu ditemukan di Tibet dan para peneliti memperkirakannya antara 169.000 hingga 226.000 tahun yang lalu. (Wahyu Turi Krisanti)

Sumber: The Sun

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Bacaan Doa Agar Terhindar dari Musuh

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:23 WIB

5 Buku yang Kerap Dibaca Maudy Ayunda

Senin, 23 Mei 2022 | 16:09 WIB

Bacaan Doa Qunut Subuh Latin Beserta Artinya

Senin, 23 Mei 2022 | 16:08 WIB
X