Naskah Khutbah Jumat Syawal: Ganti Takabur dengan Rendah Hati

- Kamis, 19 Mei 2022 | 12:58 WIB
Ilustrasi khubah Jumat. (Unsplash/Salman Saleem)
Ilustrasi khubah Jumat. (Unsplash/Salman Saleem)

AYOINDONESIA.COM -- Materi khutbah Jumat edisi Syawal kali ini mengambil judul "Ganti Takabur dengan Rendah Hati".

Selama sebulan lamanya kita ditempa dengan berbagai ujian agar menjadi pribadi yang lebih baik. Selepas Ramadhan meninggalkan kita, bulan Syawal menjadi momentum yang tepat untuk membuang semua sifat-sifat takabur, sombong, ujub, dan sejenisnya.

Sifat-sifat tidak terpuji tersebut harus dibuang jauh-jauh dan digantikan dengan perilaku terpuji dan rendah hati.

Sifat rendah hati akan menjadikan dunia semakin sejuk, teduh, dan damai. Tidak ada lagi yang membusungkan dada, semua menyadari kekurangan yang dimiliki.

Demikianlah esensi pesan Syawal yang juga harus dilakukan umat Islam. Untuk membahas lebih dalam mengenai rendah hati ini, berikut kita simak uraian khutbah Jumat Syawal dengan judul "Ganti Takabur dengan Rendah Hati", dikutip dari laman NU Online Jatim.

Khutbah I

الحَمْدُ للهِ الّذِي خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمْرُهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah. Waktu akan terus bergulir tanpa dapat dihentikan, kendati hanya sepersekian detik. Dan perlahan namun pasti, kita akan dibawa dalam pergerakan waktu sampai maut yang memisahkan.

Karenanya, kesempatan bertemu di hari Jumat ini mari kita manfaatkan dengan baik yakni menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Hal itulah yang disebut dengan takwa. Dengan demikian, takwa menjadi bagian yang harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, dan kesempatan hadir di majlis Jumat ini marilah kita gunakan untuk introspeksi diri.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum Kurban bagi Anak Kecil yang Belum Baligh

Senin, 4 Juli 2022 | 16:05 WIB
X