Materi Khutbah Jumat Singkat PDF: Keutamaan Bulan Muharram

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:09 WIB
Khutbah Jumat Singkat Tentang Kewajiban Mengagungkan Sunnah Nabi. (Ayoindonesia.com/Kavin Faza)
Khutbah Jumat Singkat Tentang Kewajiban Mengagungkan Sunnah Nabi. (Ayoindonesia.com/Kavin Faza)

AYOINDONESIA.COM-- Berikut ini contoh materi khutbah jumat Singfkat terbaru. Artikel di bawah ini memuat teks khutbah Jumat singkat edisi 5 Agustus 2022 tentang keistimewaan bulan Muharram.

1 Muharram 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Saat ini berarti sudah masuk pada 6 Muharram 1444 H.

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang Allah muliakan selain Zulqaidah, Zulhijah dan Rajab.

Bertepatan dengan bulan yang mulia ini, berikut teks khutbah Jumat singkat tentang keistimewaan bulan Muharram yang dikutip dari  ngaji.id melalui AyoBandung.com

Ummatal Islam,

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita banyak kenikmatan demi kenikmatan. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada kita banyak karunia demi karunia. Di antara karunia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita yaitu kita masuk di awal tahun hijriyah di bulan Muharram ini.

Dan subhanallah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan awal tahun hijriyah itu adalah bulan haram. Dan menjadikan akhir tahun Hijriyah itu pun bulan haram. Tahun Hijriyyah diawali dengan bulan Muharram dan diakhiri dengan bulan Dzulhijjah.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat: Makna Kemerdekaan

Keduanya adalah bulan haram. Seakan memberikan kepada kita sebuah isyarat agar memulai tahun dengan kebaikan dan mengakhiri tahun pun dengan kebaikan. Karena bulan-bulan haram adalah bulan-bulan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala muliakan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah[9]: 36)

Bulan Allah
Bulan Muharram adalah bulan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala istimewakan. Di antara keistimewaan bulan Muharram adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala  menamainya dengan bulan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

شهر الله المحرم

“Bulan Allah adalah Muharram.” (HR. Muslim)

Hal itu menunjukkan betapa agungnya bulan ini. Bulan Muharram yang Allah Subhanahu wa Ta’ala haramkan atas kita semuanya. Sebagaimana seringkali kita mendengar penjelasan dari asaatidzah bahwa di bulan-bulan haram amalan-amalan keburukan dilipatgandakan dosanya menjadi besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala melanjutkan dalam firman-Nya;

فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ

“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” (QS. At-Taubah[9]: 36)

Artinya berbuat zalim di bulan-bulan itu Allah Subhanahu wa Ta’ala melipatgandakan dosanya di sisi-Nya. Demikian pula amal shalih pun Allah Subhanahu wa Ta’ala melipatgandakan pahalanya di sisi-Nya.

Puasa Asyura
Di antara amalan yang bisa kita amalkan di bulan Muharram yaitu puasa Asyura. Di mana puasa Asyura kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Menggugurkan dosa setahun yang telah berlalu.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat Terbaru: Makna Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H

Subhanallah, betapa agungnya puasa ini. Bahkan di awal-awal Islam ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala belum mewajibkan puasa Ramadhan, maka puasa Asyura itu termasuk puasa yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kaum muslimin. Akan tetapi ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan puasa Ramadhan, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menjadikan puasa Asyura sesuatu yang tidak wajib.

Namun Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menekankan kita untuk berpuasa di hari itu dan menyebutkan keutamaan yang agung sebagaimana telah kita sampaikan tadi.

Maka dari itulah, orang-orang yang menginginkan kebaikan yang menginginkan agar dosa-dosanya digugurkan, ini adalah kesempatan emas untuk kita digugurkan dosa-dosa kita setahun yang telah lalu.

Namun ketika kita puasa Asyura, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbing kita agar berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Itu dalam rangka menyelisihi orang-orang ahli kitab.

Menyelisihi Ahli Kitab
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika Muharram tahun depan saya masih hidup, saya akan puasa tanggal 9.” (HR. Ahmad 1971, Muslim 2723 dan yang lainnya)

Tentunya Rasulullah ingin berpuasa juga di tanggal 9 karena untuk menyelisihi ahli kitab. Orang-orang ahli kitab berpuasa di hari itu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lainnya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika datang ke Kota Madinah, beliau mendapati para ahli kitab yaitu orang-orang yahudi berpuasa di tanggal 10 Muharram.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada mereka, “Hari apa ini?” Mereka berkata, “Ini hari yang Allah selamatkan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun. Maka kami ingin berpuasa di hari ini.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

أَحَقُّ بموسى منكم

“Aku lebih berhak kepada Nabi Musa dari pada kalian.”

Baca Juga: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Muharram, Perbanyak Amalan Ini

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Lalu karena orang Yahudi pun berpuasa di tanggal ini, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk menyelisihi mereka.

Karena menyelisihi ahli kitab merupakan perkara yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepada kita. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk menyerupai mereka. Beliau bersabda;

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Maka agar tidak menyerupai orang-orang Yahudi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada tanggal 9 atau tanggal 11 nya. Sehingga puasanya tidak serupa dengan puasanya orang-orang Yahudi.

Perbanyak Puasa
Ummatal Islam a’azzakummullah,

Maka dari itu kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa berpuasa pada tanggal itu. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwasanya seutama-utamanya puasa setelah bulan Ramadhan yaitu berpuasa di bulan Allah; Muharram. Ternyata puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah berpuasa di bulan Muharram, ya akhal Islam.

Ini menunjukkan bahwa di bulan Muharram ini pun sangat dianjurkan bagi kita untuk banyak berpuasa. Karena nilainya sangat besar dan tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa itu puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan.

Ummatal Islam a’azzakummullah wa iyyakum,

Di bulan Muharram ini marilah kita mulai dengan lembaran yang lebih putih. Marilah kita berusaha untuk memperbaiki/ membenahi diri. Ketika kita setahun kemarin telah banyak berbuat dosa dan maksiat, maka kita berusaha untuk bertaubat dan banyak beramal shalih di tahun ini. Demi Allah, kita tidak tahu kapan ajal akan mendatangi dari kita. Entah itu besok, lusa, ataukah tahun yang akan datang. Kita tidak tahu.

Maka tugas setiap mukmin adalah mempersiapkan dirinya menuju kematian itu dengan banyak beramal shalih. Dan ini adalah bulan yang sangat tepat bagi kita untuk beramal shalih. Sehingga pada waktu itu kita bisa mendapatkan pahala yang melimpah ruah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lebaran Anak Yatim
Ya akhal Islam,

Kemudian di sana ada perkara-perkara yang diyakini oleh sebagian kaum muslimin itu adalah termasuk syariat Islam. Padahal itu bukan syariat Islam sama sekali. Sebagian kaum muslimin mempunyai keyakinan bahwa pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura) itu lebarannya anak yatim. Mereka punya keyakinan itu dan kemudian menyantuni anak yatim di hari itu. Padahal sama sekali tidak ada dalil dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Tidak ada keterangan dari para sahabat, tidak pula para tabi’in, imam yang empat, ataupun para ulama hadits. Semua itu diada-adakan.

Justru kata para ulama tentang 10 Muharram (Hari Asyura) ini ada dua firqah yang menyimpang. Yang pertama firqah Syi’ah. Mereka menjadikan hari tersebut hari Asyura sebagai hari berkabung. Bahkan mereka menyiksa diri pada waktu itu. Firqah yang kedua yaitu firqah khawarij. Mereka menjadikannya sebagai perayaan. Bahkan mereka bersenang-senang di situ. Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak demikian.

Ahlussunnah Wal Jama’ah menghormati tanggal 10 Muharram dengan cara berpuasa karena itu yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak meyakini keyakinan-keyakinan yang tidak pernah ada dasarnya dari Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwasanya menyantuni anak yatim dianjurkan di waktu kapan saja sepanjang tahun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya (HR. Bukhari) [2]

Maka dari itu, ya umatal Islam, tidak boleh kita meyakini itu lebaran yatim ataupun yang lainnya. Kecuali dengan dalil dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Itulah teks khutbah Jumat singkat edisi 5 Agustus 2022 tentang keistimewaan bulan Muharram.***

Editor: Asep Dadan Muhanda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membunuh Sadis Bukan Ajaran Islam

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:39 WIB

Amalan Istimewa di Hari Jumat, Banyaklah Berdoa

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:06 WIB

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh, Puasa 13-15 Muharram

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:08 WIB

3 Keutamaan Membaca Surat Al Mulk Menurut Buya Yahya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Hari Asyura, Ini Amalan di 10 Hari Bulan Muharram

Senin, 8 Agustus 2022 | 06:56 WIB
X