Hukum dan Pedoman Azan untuk Bayi yang Baru Lahir, Telinga Kanan atau Kiri? Simak Penjelasannya

- Senin, 8 Agustus 2022 | 14:01 WIB
Ilustrasi ayah yang membawa bayi 6 bulan ke Surabaya hingga meninggal. Simak penjelasannya (Edgar Gonzales via Pixabay.com)
Ilustrasi ayah yang membawa bayi 6 bulan ke Surabaya hingga meninggal. Simak penjelasannya (Edgar Gonzales via Pixabay.com)

AYOINDONESIA.COM-- Saat baru lahir, umumnya dikumandangkan azan oleh ayahnya atau wali.  Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang apa hukum azan di telinga bayi yang baru lahir. Sebagian ulama lagi merinci, yaitu azan di telinga kanan dan ikamah di telinga kiri.

Dilansir dari Muslim.or.id, Ada ulama yang menyatakan bahwa itu disyariatkan dan ada ulama yang menyatakan hal tersebut tidak disyariatkan. Dalam hal ini, kami memegang pendapat ulama yang menyatakan bahwa azan di telinga bayi baru lahir itu tidak disyariatkan.

Akan tetapi, kami menyakini bahwa perbedaan pendapat terkait hal ini adalah ikhtilaf mu’tabar. Sehingga kita perlu saling menghormati dan berlapang-lapang terkait hal ini.

Berikut sedikit pembahasannya.

Perbedaan pendapat ulama terkait hal ini berdasarkan perbedaan menilai derajat hadis mengenai azan di telinga bayi. Ada beberapa hadis yang terkait. Dalam pembahasan singkat ini, kami bawakan satu hadis, yaitu hadis dari sahabat Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu. Beliau radhiyallahu ‘anhu berkata,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلَاةِ .

“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumandangkan azan di telinga Husain bin Ali ketika Fatimah melahirkannya, dengan azan untuk salat.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Begini Hukum Menggunakan Celana Dalam Tak Berjahit saat Ihram pada Pelaksanaan Umroh dan Haji

At-Tirmidzi menyatakan bahwa hadis ini hasan sahih setelah membawakan hadis tersebut. Sedangkan beberapa ulama lainnya menyatakan hadis tersebut dha’if. Bahkan, riwayat-riwayat mengenai azan di telinga bayi semuanya tidak sampai derajat sahih.

Halaman:

Editor: Asep Dadan Muhanda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 30 September 2022 | 06:19 WIB

6 Makna di Balik Logo Hari Santri 2022

Rabu, 28 September 2022 | 13:16 WIB

Menguap saat Sholat Apakah Batal?

Jumat, 23 September 2022 | 06:20 WIB

Sholat Dzuhur Perempuan di Hari Jumat Kapan Waktunya?

Jumat, 16 September 2022 | 11:08 WIB
X