Episode Pertama Snowdrop Tayang, Lagi-lagi Penonton Kirim Petisi Ke Blue House

- Senin, 20 Desember 2021 | 11:44 WIB
Snowdrop (instagram/jtbcdrama)
Snowdrop (instagram/jtbcdrama)

AYOINDONESIA.COM -- Drama Korea Snowdrops lagi-lagi harus menghadapi kritik bahkan setelah siaran pertamanya ditayangkan. Para penonton mengirimkan petisi untuk menuntut penangguhan penayangan drama Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK tersebut ke Blue House.

Mengutip dari Kbizoom, pada 19 Desember 2021, sebuah petisi berjudul, "Petisi untuk menghentikan penyiaran drama Snowdrop" telah diposting di papan buletin Blue House.

Pada hari yang sama juga pemohon mengatakan, “Dulu, drama ini sudah menjadi kontroversi sejak terungkapnya sinopsisnya yang pernah meremehkan gerakan pro-demokrasi. Lebih dari 200.000 orang menyetujui petisi untuk penangguhan siaran drama ini.”

“Pada saat itu, tim produksi tidak memiliki niat untuk melakukannya dan mereka mengklaim, 'Pengaturan gerakan demokratisasi yang dipimpin atau diikuti oleh pemeran utama pria dan wanita tidak muncul di mana pun dalam naskah'. Namun, di episode 1, yang ditayangkan baru-baru ini, pemeran utama wanita salah memahami pemeran utama pria sebagai mata-mata dan menyelamatkannya.” Lanjutnya.

“Selama gerakan pro-demokrasi, jelas ada korban, seperti aktivis, yang disiksa dan dibunuh karena menjadi mata-mata. Terlepas dari fakta sejarah ini, membuat drama dengan konten seperti itu jelas merusak nilai gerakan demokratisasi.” Argumen para pemohon.

Baca Juga: Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Didramatisasi, Ini Alasannya

Selain itu, dalam drama “Snowdrop” juga menunjukkan bagian di mana lagu 'Sola Blue Sola' keluar saat pemeran utama pria (Jung Hae-in) dikejar oleh pemeran pembantu pria (Jang Seung-jo), yang merupakan anggota Nasional Perencanaan Keamanan.

“Lagu ini digunakan pada saat gerakan mahasiswa yang merupakan bagian dari gerakan demokratisasi, dan itu menekankan rasa sakit dan kemenangan mereka yang melakukan gerakan demokratisasi. Tidak dapat diterima bahwa lagu ini digunakan sebagai musik latar untuk orang yang berperan sebagai agen Perencanaan Keamanan Nasional pada 1980-an dan orang yang berperan sebagai mata-mata.” Kata pemohon.

Secara khusus, pemohon khawatir bahwa drama “Snowdrop” dapat ditonton melalui layanan OTT (Disney+) di banyak negara di dunia, dan dapat menanamkan pandangan sejarah yang salah tentang gerakan demokratisasi Korea kepada banyak orang asing.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X