Menghirup Polutan Dapat Timbulkan Gangguan Otak Sampai Kerusakan Neurologis

- Jumat, 24 Juni 2022 | 11:15 WIB
Ilustrasi menghirup polutan udara kotor (Republika)
Ilustrasi menghirup polutan udara kotor (Republika)

AYOINDONESIA.COM -- Studi baru oleh University of Birmingham, Inggris, menemukan bahwa menghirup udara yang tercemar dapat menyebabkan partikel beracun diangkut dari paru-paru ke otak.

Dilansir dari Republika.co.id, studi ini mengungkapkan jalur langsung baru yang digunakan oleh partikel halus yang dihirup, membawa mereka dari paru-paru ke otak. Selanjutnya, penelitian menunjukkan partikel-partikel ini bisa tinggal lebih lama di otak daripada di organ lain.

Akibatnya, partikulat ini diperkirakan dapat meningkatkan risiko gangguan neurologis. Temuan dari penelitian ini juga menyoroti bahaya tinggal di daerah dengan polusi tinggi.

Data menunjukkan bahwa hingga delapan kali jumlah partikel halus dapat mencapai otak dengan jalurnya, melalui aliran darah, dari paru-paru setelah lewat langsung melalui hidung.

"Ini menambahkan bukti baru tentang hubungan antara polusi udara dan efek merugikan dari partikel semacam itu pada otak," ujar penulis studi itu, Profesor Iseult Lynch, dilansir laman Express, Kamis, 23 Juni 2022.

Baca Juga: Berita Populer Jumat 24 Juni 2022, dari Prakerja Gelombang 34 sampai Gaji ke 13 PNS

Polusi Udara Sebabkan Kerusakan Neurologis

Data dari penelitian University of Birmingham juga menambah banyak penelitian yang menghubungkan polusi udara dengan kerusakan neurologis, termasuk demensia. Demensia adalah pembunuh terbesar di Inggris.

Setiap tahun, ada 67 ribu keluarga akan kehilangan orang yang dicintai karena kondisi tersebut. Walaupun dunia telah mengetahui tentang demensia selama lebih dari 100 tahun, komunitas ilmiah masih belum menemukan obatnya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Game Horor Terbaik di Steam Summer Sale 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 19:04 WIB

Nikmati Estetika Perupa Kota Batu di Galeri Raos

Senin, 27 Juni 2022 | 16:34 WIB
X