Orangtua Harus Pahami Seksualitas Anak, Sikap Ini Bikin Bahaya

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:13 WIB
Inez Kristanti, Clinical Psichologist and Sexuality Educator
Inez Kristanti, Clinical Psichologist and Sexuality Educator

AYOINDONESIA.COM -- Anak-anak juga punya seksualitas. Seksualitas yang dimaksud disini bukan tentang hubungan intim atau hubungan ranjang. Lebih kepada hubungan dengan relasi dengan orang lain.

Inez Kristanti, Clinical Psichologist and Sexuality Educator, mengatakan, seksualitas pada anak tidak berkaitan dengan urusan ranjang, oleh karenanya orangtua harus bijak menyikapinya.

Orangtua kerap ketakutan berlebihan jika anak menyukai lawan jenis. Ada yang bersikap menolak dan marah pada anak namun ada juga yang seolah menjodohkan. Yang benar orangtua harus bersikap normal dan menjadi pendengar yang baik.

"Keduanya tidak benar. Walaupun belum puber anak-anak itu juga punya seksualitasnya sendiri. Karena itu  seksualitas itu bukan hanya tentang ranjang saja, tapi juga tentang relasi sama orang lain. Termasuk kalo mereka punya crush atau ngakuin temennya jadi pacar mereka," jelas Inez, dalam postingan Instagramnya @Inez Kristanti 4 Agustus 2022.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 Halaman 15 Bagian E Writing Connection

Inez menjelaskan, bila mereka melakukan itu, bukan berarti mereka naksir beneran atau mempunyai rasa suka layaknya orang dewasa.

"Anggapan orang dewasa belum tentu sama dengan anggapan anak-anak. Mungkin aku seneng main sama dia, makanya dia pacar aku," tuturnya.

Nah inilah, lanjut Inez, kenapa pentingnya orangtua berfokus pada platonic love ke anak-anak yang masih jauh dari pubertas. Platonic love  artinya kasih sayang atau cinta yang tidak bersifat romantis,lebih kepada sayang dengan teman.

Hindari jodoh-jodohan anak sama anak temen lain misalnya, walaupun mereka seumuran dan kelihatan cute kalau main bareng.

Baca Juga: Link Download GB WA Aman dan Anti Banned Update Agustus 2022

"Walaupun gemes, tapi ternyata kalau ini dilakukan terus menerus dampaknya bisa kurang bagus juga," katanya.

Sikap orangtua seperti itu belum sesuai tahap perkembangan anak-anak. Kemungkinan besar anak jadi bingung dengan makna pertemanan dan cinta yang sesungguhnya.

"Terus kalau misalnya mereka bilang naksir atau ada cinta cintaan monyet sama temennya jangan diledekin cie-cie," katanya lagi.

Bukan tak mungkin Aanak akan malu bercerita dengan orang dewasa dan cenderung jarang cerita ke ortu lagi soal love life sampai sudah dewasa.

Baca Juga: Kunci Jawaban PPKN Kelas 10 Halaman 98 Semester 1 Bab 3 Uji Kompetensi

"Lebih baik orangtua tanggapannya begini 'Wah kelihatannya kalian seneng main bareng ya. Dia asyik ya buat diajak berteman?" paparnya.

Dengan begitu anak juga bisa lihat kita sebagai tempat yang aman atau (safe space) buat cerita.  Dan merasa nyaman untuk terus-terusan bercerita supaya akhirnya kita gak perlu diem-diem kepoin love lifenya juga setelahnya.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Urutan Skincare Malam Agar Hasil Maksimal

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:28 WIB
X