Presiden PKS : Mahasiswa Dibanting Polisi, Koruptor Dimanja

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:22 WIB
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengomentari peristitwa mahasiswa dibanting polisi. (Ayoindonesia.com/Irfan Al-Faritsi)
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengomentari peristitwa mahasiswa dibanting polisi. (Ayoindonesia.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOINDONESIA.COM -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menanggapi peristiwa mahasiswa dibanting polisi dalam sebuah unjuk rasa di Tangerang, Banten.

Ahmad Syaikhu mengatakan, lebih baik aparat penegak hukum membanting koruptor dan pemecah belah bangsa ketimbang mahasiswa.

"Banting koruptor dan pemecah belah bangsa, bukan mahasiswa," ujar mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu, mengutip status Instagramnya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Menurut dia, kejadian "mahasiswa dibanting polisi" adalah tindakan salah kaprah dari aparat penegak hukum. Tindakan itu tidak tepat, karena mahasiswa melakukan unjuk rasa demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa Dibanting Polisi ? Tukang Demo atau Unjuk Rasa Pastikan Tahu Hal Ini

Baca Juga: Bukan ASN Polri, Mantan Pegawai KPK Ingin Buat Parpol Anti Korupsi

"Kita ini kerap kali tak tepat bertindak. Seharusnya melakukan A, tapi yang dikerjakan B. Semestinya mengurut tangan, tapi kaki yang dipijat. Seharusnya menggaruk kepala, namun punggung yang dipegang," kata Ahmad Syaikhu.

"Contoh mutakhir soal banting mahasiswa berunjuk rasa yang menyampaikan aspirasi. Menyuarakan apa yang dirasakan rakyat. Tapi ada yang dibanting ke lantai. Sempat kejang-kejang. Bersyukur tetap sehat. Yang membanting minta maaf dan memeluk yang dibanting," sambung presiden PKS.

Menurut Syaikhu, makna banting artinya menghempaskan atau mencampakkan ke bawah. Ketika itu harus dilakukan, lebih banyak sosok yang layak dibanting, misalnya koruptor.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cek Hasil SKD CPNS 2021, Buka sscasn.bkn.go.id

Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:53 WIB
X