Agar 2022 Jadi Tahun Terakhir Pandemi, Dokter Reisa Ungkap Caranya

- Kamis, 25 November 2021 | 22:23 WIB
dr Reisa Broto Asmoro
dr Reisa Broto Asmoro

AYOINDONESIA.COM -- Meski dalam beberapa bulan belakangan kasus COVID-19 di Indonesia secara umum melandai, namun pandemi belum usai. Sebaran kasus COVID-19 masih hadir di banyak daerah, dan perlu upaya bersama untuk mengentaskannya.

Ada cara yang bisa dilakukan agar setidaknya 2022 menjadi tahun terakhir penanganan pandemi di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat untuk mendukung upaya tersebut. Salah satunya adalah dengan mendukung percepatan vaksinasi COVID-19.

Baca Juga: Gencarkan Vaksinasi, Sebanyak 4,3 Juta Vaksin AstraZeneca Tiba di Tanah Air

Percepatan dan pemerataan vaksinasi saat ini masih jadi fokus yang terus digalakkan pemerintah. Reisa menyebutkan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia akan vaksinasi COVID-19, menjadikan penyuntikan vaksinasi dapat mencapai rata-rata 2 juta dosis per hari.

“Hari ini bahkan sudah lebih dari 220 juta suntikan diberikan kepada masyarakat. Target WHO (Badan Kesehatan Dunia) bahwa 40 persen warga divaksin lengkap di akhir tahun ini pun sudah dilewati,” tutur Reisa dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan yang digelar secara daring, Jumat 19 November 2021.

Meski demikian, ia menekankan bahwa Indonesia masih memiliki tugas mengejar pemerataan cakupan vaksinasi untuk menjangkau orang-orang yang paling membutuhkan, seperti kelompok lansia, penderita komorbid, penyandang disabilitas, populasi ibu hamil, juga anak-anak. Kepada kelompok 88 juta orang yang sudah divaksin lengkap, ia mengajak memastikan 45 juta orang lainnya yang baru divaksin dosis pertama agar dapat melengkapi vaksinasinya.

Baca Juga: Kejar Herd Immunity, Ridwan Kamil Minta Daerah Kebut Vaksinasi Covid-19

“Dan yang terlebih penting, 88 juta dan 45 juta ini ikut memastikan sekitar 74 juta orang lainnya yang masuk dalam sasaran namun belum divaksin sama sekali, segera mendapatkan hak mereka. Cuma dengan bersama-sama kita bisa akhiri pandemi ini,” tegas Reisa.

Karena itu, ia menekankan, seharusnya bukan suntikan booster yang dicari, melainkan booster atau alat untuk meningkatkan kekebalan bersama.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KJMU Tahap 2 Cair, Cek ATM Bank DKI Deh

Senin, 29 November 2021 | 06:11 WIB
X