Edy Mulyadi Tersangkut Kasus 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak' Pagi Ini Diperiksa Polisi

- Jumat, 28 Januari 2022 | 11:39 WIB
Edy Mulyadi [Suara.com/Istimewa]
Edy Mulyadi [Suara.com/Istimewa]

JAKARTA, AYOINDONESIA.COM -- Edy Mulyadi yang tersangkut kasus ujaran kebencian 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak' Jumat pagi ini, 28 Januari 2022, diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut Edy Mulyadi telah menyatakan akan hadir memenuhi panggilan penyidik. "Yang bersangkutan menyatakan bersedia diperiksa besok hari Jumat pukul 10.00 WIB," kata Ramadhan seperti dirilis Suara.com, jejaring Ayoinconesia.com, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Januari 2022 kemarin.

Dalam perkara ini, kata Ahmad Ramadhan, penyidik telah memeriksa 38 saksi. Delapan di antaranya merupakan saksi ahli. "Kami sampaikan proses penanganan perkara masih berjalan," katanya.

Singgung Kasus Arteria Dahlan

Tim hukum Edy Mulyadi yang tergabung dalam Koalisi Persaudaraan & Advokasi Umat (KPAU) sebelumnya berharap Polri turut mengusut tuntas kasus 'bahasa Sunda' Arteria Dahlan. Dia berharap Polri tidak hanya mengusut kasus 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak' yang menjerat kliennya.

Ketua KPAU, Ahmad Khozinudin meminta Polri untuk bertindak adil. Apalagi, kata dia, Arteria Dahlan sejatinya lebih dulu dilaporkan ke polisi soal kasus 'bahasa Sunda'.

"Tidak boleh hanya ujaran Edy Mulyadi yang dianggap 'menyinggung' masyarakat Kalimantan yang diproses hukum, sementara ujaran Arteria Dahlan tentang bahasa Sunda yang lebih dahulu dituntut masyarakat Sunda malah dikesampingkan. Polri harus bersikap adil, polri harus bertindak Presisi," kata Ahmad kepada wartawan, Kamis, 27 Januari 2022.

Menurut Ahmad, sudah semestinya setiap orang diposisikan sama di hadapan hukum. Sehingga, tidak boleh ada yang terkesan kebal hukum "Tidak boleh ada kekebalan hukum kepada satu warga negara, mengingat ketentuan Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945," katanya.

Arteria Dahlan dan Edy Mulyadi belakang ramai diperbincangkan karena sama-sama terseret kasus dugaan penghinaan.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap-siap, Tarif Listrik 3000 VA Bakal Naik

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:29 WIB
X