Menag Yaqut Bantah Kabar Penyelewengan Dana Haji untuk IKN

- Rabu, 18 Mei 2022 | 13:06 WIB
Menag Gus Yaqut (Kemenag)
Menag Gus Yaqut (Kemenag)

AYOINDONESIA.COM - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan dana jemaah haji tidak digunakan untuk kepentingan lain selain keperluan pemberangkatan ibadah haji. Hal ini ditegaskan Yaqut akibat adanya kabar beredar bahwa dana haji yang besar adalah untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

"Banyak berita tidak benar terkait penggunaan dana jemaah haji. Misalnya, ada yang menyebut untuk membantu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Saya pastikan ini berita bohong dan ini merupakan fitnah besar," ujar Yaqut di Jakarta, Rabu 18 Mei 2022.

"Justru pemerintah melalui BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) mensubsidi biaya haji bagi jemaah," jelasnya.

Yaqut menilai, biaya perjalanan ibadah haji yang seharusnya sebesar kurang lebih Rp 81 juta, justru disubsidi oleh pemerintah melalui BPKH. Sehingga, masyarakat hanya perlu membayar sebesar kurang lebih Rp 39 juta.

Selain tentang dana haji, dia juga mengingatkan para jajarannya untuk memberi informasi dan mengedukasi masyarakat tentang persyaratan haji yang ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi, agar penyebaran berita bohong atau hoaks dapat diminimalisir.

Seperti yang diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) telah siap untuk melayani jamaah haji asal Indonesia. Bahkan, mereka akan memfasilitasi calon jamaah haji dari mulai keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

Yaqut mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan skema dari awal hingga akhir soal pemberangkatan calon jamaah haji, termasuk skema protokol kesehatan Covid-19. Dia menyebut, ada dua syarat utama yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada calon jamaah haji asal Indonesia.

“Seperti harus minimal sudah vaksin lengkap 2 kali vaksin. Dan ini harus dipenuhi oleh jamaah haji kalau ingin berangkat ke tanah suci dan ini sudah kami usahakan terus agar seluruh jamaah haji yang berangkat ke Saudi nanti sudah tervaksin sebanyak 2 dosis,” sebut Yaqut.

Kriteria kedua yaitu soal pembatasan usia. Yaqut menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan batasan usia di bawah 65 tahun yang diperbolehkan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Halaman:

Editor: Firda Puri

Sumber: AyoIndonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X