Siap-siap, Tarif Listrik 3000 VA Bakal Naik

- Kamis, 19 Mei 2022 | 16:29 WIB
Ilustrasi Listrik PLN. (Ayobandung.com)
Ilustrasi Listrik PLN. (Ayobandung.com)

AYOINDONESIA.COM - Pemerintah bakal menaikkan tarif listrik bagi pelanggan di atas 3.000 VA. Hal tersebut lantaran tingginya harga energi dan komoditas yang menyebabkan beban subsidi dan kompensasi energi turut meningkat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menyesuaikan pagi subsidi dan kompensasi agar keuangan badan usaha, dalam hal ini PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Bapak presiden saat sidang terakhir sudah menyetujui beban kelompok rumah tangga yang mampu merepresentasikan fiskal langganan listrik di atas 3.000 VA boleh ada kenaikan harga listrik, hanya segmen itu ke atas,” ujarnya saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR secara virtual, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya tujuan kenaikan tarif listrik bagi pelanggan di atas 3.000 VA untuk menjaga keadilan dan berbagi beban. Hal ini sekaligus bertujuan agar beban dari kenaikan harga energi tidak hanya menekan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Jadi tidak semua beban ke APBN. Kita gunakan APBN lebih ke masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi listrik senilai Rp 56,5 triliun dengan asumsi harga Indonesia crude price (ICP) 63 dolar AS per barel. Setelah harga ICP meningkat ke 100 dolar AS per barel kebutuhan subsidi listrik menjadi Rp 59,6 triliun, sehingga terdapat selisih Rp 3,1 triliun.

Beban lebih besar ada di sisi kompensasi pemerintah kepada PT PLN (Persero). Dengan asumsi ICP 63 dolar AS per barel pemerintah tidak menganggarkan kompensasi PLN pada 2022, tetapi kenaikan harga ICP menjadi 100 dolar AS per barel terdapat kebutuhan kompensasi Rp 21,4 triliun. 

Di samping itu, Sri Mulyani menyebut harga keekonomian tarif listrik semakin melonjak, jauh dari asumsi pemerintah dalam APBN 2022. Misalnya saat ini tarif listrik rumah tangga (RT) 900 VA sebesar Rp 1.352 per Kwh, harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 1.533,1 per Kwh. 

Kemudian golongan RT 1.300-6.600 VA tarifnya sebesar Rp 1.444 per Kwh, harga keekonomiannya sudah Rp 1.533 per Kwh. Menurut Sri Mulyani adanya kondisi tersebut jika tidak ada tambahan subsidi dan kompensasi dari pemerintah kepada PLN maka keuangan perusahaan akan defisit.

Halaman:

Editor: Firda Puri

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Manfaat Ganja Medis Untuk Kesehatan

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:47 WIB

Menpan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:10 WIB
X