Mengenal Anatomi Pakaian Adat Suku Asmat

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:18 WIB
Mengenal Anatomi Pakaian Adat Suku Asmat (getlost.id)
Mengenal Anatomi Pakaian Adat Suku Asmat (getlost.id)
 
AYOINDONESIA.COM -- Selain dikenal dengan seni ukirnya yang adiluhung, Suku Asmat juga memiliki pakaian adat yang khas. Simak ulasan mengenai pakaian adat Suku Asmat berikut ini.

Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman.

Diambil dari berbagai sumber, Suku Asmat juga memiliki pakaian tradisional yang khas. Seluruh bahan untuk membuat pakaian tersebut berasal dari alam. Tidak salah jika menganggap pakaian Suku Asmat merupakan representasi kedekatan mereka dengan alam raya.

Pakaian adat Suku Asmat tidak hanya bahan, desain pakaiannya pun terinspirasi dari alam. Pakaian laki-laki Suku Asmat, misalnya, yang dibuat menyerupai burung dan binatang lain yang dianggap melambangkan kejantanan. Sementara, rok dan penutup dada kaum perempuan menggunakan daun sagu sehingga menyerupai kecantikan burung kasuari.
 
Baca Juga: Mengintip Desa Adat Bubohu Wisata Religi Di Gorontalo, Ada Pesantren Alam Juga Lho

Secara umum, pakaian laki-laki dan perempuan Suku Asmat tidak terlalu berbeda. Pada bagian kepala, dikenakan penutup yang terbuat dari rajutan daun sagu dan pada sisi bagian atasnya dipenuhi bulu burung kasuari. Bagian bawah dan bagian dada untuk perempuan berupa rumbai-rumbai yang dibuat menggunakan daun sagu.

Pakaian adat tersebut belum sempurna jika tidak dilengkapi berbagai aksesori, juga menggunakan berbagai bahan yang tersedia di alam.

Aksesori yang biasa dijadikan pelengkap pakaian tradisional Suku Asmat adalah hiasan telinga, hiasan hidung, kalung, gelang, dan tas. Hiasan telinga terbuat dari bulu burung kasuari.

Bulu burung kasuari yang digunakan untuk hiasan telinga ukurannya lebih pendek dibanding bulu burung kasuari yang digunakan pada penutup kepala.
 
Baca Juga: Ritual Pernikahan Tradisi Adat Lampung Melinting

Hiasan hidung biasanya hanya dikenakan oleh kaum laki-laki. Hiasan ini terbuat dari taring babi atau bisa dibuat dari batang pohon sagu. Hiasan hidung yang dikenakan kaum laki-laki memiliki dua fungsi yaitu simbol kejantanan dan untuk menakuti musuh.

Sementara, aksesori kalung dan gelang dibuat dari kulit kerang, gigi anjing, dan bulu burung cendrawasih.

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Manfaat Ganja Medis Untuk Kesehatan

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:47 WIB
X