Kamu Wajib Tahu! 2 Hal Mengapa Gerakan Literasi di Daerah Pedalaman Belum Berkembang

- Minggu, 3 Juli 2022 | 07:48 WIB
Ilustrasi Buku Bacaan Maudy Ayunda.  (Instagram @maudyayunda)
Ilustrasi Buku Bacaan Maudy Ayunda. (Instagram @maudyayunda)



AYOINDONESIA.COM -- Saat ini, gerakkan literasi mulai banyak diminati oleh kalangan anak muda. Beberapa di antaranya mulai membangun taman baca, membentuk kelompok diskusi dan tentu saja mengampanyekkan gerakan literasi di setiap sekolah.

Gerakan literasi memang tengah tumbuh subur saat ini. Hal ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya kemajuan teknologi dan perkembangan digitalisasi yang semakin berkembang pesat. Banyak orang mulai mengampanyekkan pentingnya literasi di berbagai media sosial.

Hal ini yang akhirnya membawa dampak positif pada aspek gerakan literasi. Namun, tentu saja, gerakan literasi masih belum optimal. Terutama di daerah pedalaman yang tentu saja kekurangan akses mendapatkan sarana dan prasarana literasi yang cukup.

Di beberapa tempat, misalnya, anak-anak sekolah di daerah pedalaman masih kekurangan bahan bacaan terutama buku layak baca. Selain itu, banyak anak-anak harus bersusah payah mencari jaringan internet hanya untuk belajar.

Pandemi covid-19 membongkar dengan gamblang soal ini. Sekolah melalui aplikasi zoom meeting dan google meet menyulitkan anak-anak di daerah pedalaman untuk belajar. Hal ini yang tentu saja menambah daftar baru terkait gerakkan literasi di daerah pedalaman.

Berikut ini 2 alasan yang wajib kamu tahu mengapa gerakan literasi belum optimal dan sulit berkembang di daerah pedalaman. Tentu kamu harus mengetahui hal ini, setidaknya agar kamu mampu membantu anak-anak di daerah pedalaman.

1. Kurangnya respons negara

Tidak berlebihan apabila gerakan literasi di daerah pedalaman sulit berkembang karena kurangnya respons negara dalam menyelesaikan dan mengusahakan kemajuan literasi. Sementara jika kita mengacu pada UUD 1945, bahwa tugas negara ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Artinya, negara memfasilitasi dan menyediakan akses yang setara dan adil bagi semua warga negara dalam memperoleh, memanfaatkan, dan mendapatkan akses literasi yang setara dengan wilayah lain. Namun, tidak untuk daerah pedalaman.

Daerah pedalaman masih kekurangan akses literasi. Bahkan, anak-anak di daerah pedalaman masih ada yang belajar di bawah ruang kelas yang tidak layak. Tentu hal ini menjadi persoalan dan harus direspons oleh negara.

Negara mesti menghadirkan ruang belajar yang setara dan adil bagi semua anak-anak di Indonesia. Hal ini memungkinkan mereka mampu mendapatkan asupan literasi yang cukup yang memungkinkan mereka tumbuh.

Oleh karena itu, negara harus mampu mengevaluasi masalah ini dan menyelesaikannya. Tujuannya, agar gerakan literasi bisa tumbuh subur dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

2. Kurangnya minat masyarakat

Hal yang tidak boleh dilupakan mengapa gerakan literasi di pedalaman belum berkembang ialah, kurangnya minat dan perhatian masyarakat terhadap gerakkan literasi. Hal ini yang akhirnya berimplikasi pada kurangnya dukungan dan penerimaan total oleh masyarakat.

Padahal, dalam gerakan literasi yang paling penting ialah masyarakat harus mampu mendukung dan menerima secara total gerakan literasi. Namun, gerakan literasi di beberapa daerah hanya dilakukan dan dikerjakan oleh beberapa anak muda.

Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian dan konsen semua pihak. Tujuannya ialah agar gerakan literasi itu tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setiap hari. Sehingga mereka akan lebih mudah mendorong anak-anak untuk terus belajar.

Baca Juga: Malaysia Open 2022: Fajar/Rian dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Melaju ke Final. Jonatan Christie Kandas

Nah, itu 2 hal yang perlu kamu tahu mengapa gerakan literasi belum berkembang di daerah pedalaman. Perlu kamu catat, masih banyak alasan lain dan faktor lain mengapa gerakan literasi belum berkembang. Paling tidak kamu mampu memahaminya. (Patrisius Eduardus Kurniawan Jenila)

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Langkah Agar Tenaga Honorer Diangkat Jadi PNS 2022

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:29 WIB
X