Kronologi OTT KPK di Mahkamah Agung yang Seret Nama Hakim Agung Sudrajad Dimyati

- Jumat, 23 September 2022 | 12:31 WIB
Gedung Mahkamah Agung. (mahkamahagung.go.id)
Gedung Mahkamah Agung. (mahkamahagung.go.id)

AYOINDONESIA.COM- Pasca OTT KPK di Mahkamah Agung (MA), nama Hakim Agung Sudrajad Dimyati populer setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Hakim Agung Sudrajad Dimyati menjadi salah satu dari sepuluh tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA setelah OTT KPK di Mahkamah Agung.

Sejauh ini, MA sendiri telah menyatakan kesiapannya bersikap kooperatif dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA yang melibatkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

Seperti apa kronologi kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA yang menyeret Hakim Agung Sudrajad Dimyati ini ? Berikut penjelasannya yang dilansir Ayoindonesia dari Republika.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai memeriksa sejumlah pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Mahkamah Agung (MA). Sebanyak 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di MA tersebut.

Berdasarkan pantauan Republika, ada enam tersangka yang terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan telah mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Mereka turun dari ruang penyidik sekitar pukul 03.10 WIB dengan tangan diborgol.

Baca Juga: Jadi Tempat Belajar Literasi Saham dan Investasi Pasar Modal, Youtube Mirae Asset Tembus 100 Ribu Suscriber

"Berdasarkan hasil keterangan saksi dan bukti-bukti yang cukup, maka penyidik menetapkan sebanyak 10 orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2022 dini hari.

Adapun 10 tersangka itu, yakni Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati (SD); Hakim Yudisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP); dua orang PNS pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH). Lalu, dua PNS MA, yaitu Redi (RD) dan Albasri (AB); dua pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES); serta dua pihak swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID), Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alasan PLN Resmi Batalkan Program Kompor Listrik

Rabu, 28 September 2022 | 09:35 WIB
X