Amnesty Indonesia: Penggunaan Kekuatan yang Berlebihan oleh Aparat Tidak Bisa Dibenarkan Sama Sekali

- Senin, 3 Oktober 2022 | 16:05 WIB
Begini Dampak dan aturan Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi (ayoindonesia)
Begini Dampak dan aturan Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi (ayoindonesia)

AYOINDONESIA.COMTragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan nyawa, pasca pertandingan BRI Liga 1 musim 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya disorot oleh seluruh lapisan dunia.

Salah satunya datang dari Amnesty International. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, memberikan tanggapannya terkait Tragedi Kanjuruhan tersebut.

Dalam siaran pers Amnesty International, Usman Hamid mengatakan penggunaan kekuatan oleh aparat keamanan untuk mengendalikan massa tidak bisa dibenarkan sama sekali.

“Penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan negara untuk mengatasi atau mengendalikan massa seperti itu tidak bisa dibenarkan sama sekali,” tulisnya dikutip situs Amnesty International, Senin, 3 Oktober 2022.

Baca Juga: Ayah Lesti Kejora Muncul ke Publik, Langsung Unggah Foto Lawas Tanpa Rizky Billar

Usman Hamid menyebut ratusan nyawa yang hilang merupakan tragedi kemanusiaan yang menyeramkan dan memilukan. Semua kalangan menjadi korban dari orang dewasa, remaja, dan anak di bawah umur.

“Hak hidup ratusan orang melayang begitu saja pasca pertandingan bola, ini betul-betul tragedi kemanusiaan yang menyeramkan sekaligus memilukan. Perempuan dan laki-laki dewasa, remaja, dan anak di bawah umur, menjadi korban jiwa dalam tragedi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Usman menyampaikan duka yang mendalam dan berharap kondisi korban yang masih dirawat segera pulih.

“Kami sampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, pun kepada korban luka yang saat ini sedang dirawat, kami berharap pemulihan kondisi yang segera,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X