Deretan Fakta Tragedi Kanjuruhan Versi Polisi, Mulai Penggunaan Gas Air Mata sampai Kecerobohan LIB

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:18 WIB
Ungkapan duka cita atas Tragedi Kanjuruhan oleh Arema FC. (Instagram @aremaofcofficial)
Ungkapan duka cita atas Tragedi Kanjuruhan oleh Arema FC. (Instagram @aremaofcofficial)

AYOINDONESIA.COM- Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 masih meninggalkan duka mendalam bagi khalayak, terutama para korban.

Memakan korban tewas hingga 131 orang, Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tercatat sebagai sejarah terkelam persepakbolaan di dunia.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya itu menyisakan banyak pertanyaan bagi publik.

Bahkan, insiden itu telah menyedot perhatian dunia, salah satunya melalui pemberitaan oleh sejumlah media massa terkemuka di Amerika, Inggris, hingga Timur Tengah.

Di tengah maraknya pertanyaan hingga pemberitaan yang menyeruak ke tengah publik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap fakta-fakta hasil penyidikan tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim).

Dalam peristiwa nahas tersebut, 131 penonton dan suporter sepak bola tewas usai laga pertandingan antara Arema FC vs Persebaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Jenderal Sigit, Kamis, 6 Oktober 2022 malam, mengutip Republika (jaringan Ayo Indonesia) mengumumkan enam orang tersangka dalan tragedi itu.

Baca Juga: Bos Indomaret Meninggal Dunia Tertabrak Truk, Begini Profil Howard Timotius Palar

Enam orang itu adalah AHL (Akhmad Hadian Lukita) tersangka selaku Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi sepak bola nasional milik Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI).

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X