Minta Gubernur Jawa Barat Turun Tangan, Buruh Jabar Bersikukuh Minta Kenaikan UMP 12 Persen, Ini Alasannya

- Jumat, 25 November 2022 | 11:46 WIB
Buruh Jabar Bersikukuh Minta Kenaikan UMP 12 Persen, Ini Alasannya (pixabay)
Buruh Jabar Bersikukuh Minta Kenaikan UMP 12 Persen, Ini Alasannya (pixabay)


AYOINDONESIA.COM -- Kenaikan Upah Minimum Provinsi atau UMP tengah menjadi perhatian para pekerja dan buruh.

Pasalnya, penetapan UMP ini akan menjadi standar pembayaran para buruh bekerja di suatu perusahaan.

Mengingat adanya kenaikan upah yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan Ida Fauziah, para buruh kini bersikukuh meminta haknya dipenuhi.

Diwartakan republika.co.id, para buruh diketahui kekeh meminta kenaikan upah di Jawa Barat sebesar 12 persen.

Bukan tanpa alasan, para buruh mengatakan hal tersebut berlandaskan kebutuhan hidup yang semakin mahal.

Sementara itu, Dewan Pengupahan Jabar merekomendasikan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 sebesar 7,88 persen atau Rp 1,986 juta.

Menurut Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto, rapat dewan pengupahan provinsi terakhir tidak tidak ada kesepakatan.

Dikatakan Roy Jinto, buruh merekomendasikan kenaikan UMP 12 persen berdasarkan pertumbuhan ekonomi 5,88 persen.

Baca Juga: UMP Belum Diumumkan Merata! Catat Tanggal Paling Lambat yang Disampaikan Menker Ida Fauziah

"Jadi 12 persen karena indikator pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi daripada nasional," katanya.

Halaman:

Editor: Novia Tri

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X