Varian Omicron 5 Kali Berisiko Lebih Tinggi Menginfeksi Ulang Manusia

- Selasa, 28 Desember 2021 | 17:09 WIB
Ilustrasi Covid 19 varian Omicron. (Pixabay)
Ilustrasi Covid 19 varian Omicron. (Pixabay)

AYOINDONESIA- Omicron, sebagai salah satu varian virus Corona yang menyebar kali pertama di Afrika Selatan pada November 2021, berisiko menginfeksi ulang manusia.

Bahkan, menurut ahli kesehatan masyarakat Singapura, Natasha Howard, varian Omicron memiliki risiko 5 kali lebih besar menginfeksi kembali manusia yang pernah terpapar Covid 19.

Sebelumnya, Howard menuturkan, varian Omicron akan menjadi varian paling dominan secara global pada 2022.

Namun, prediksi dominasi varian Omicron bisa dipengaruhi seberapa kuat varian tersebut.

Varian Omicron yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi, diakui Howard membuat apeningkatan jumlah kasus Covid 19 dan rawat inap yang kemungkinan besar terjadi.

Dia juga mengingatkan adanya ketidaksetaraan vaksin yang mengakibatkan varian baru terus bermunculan.

"Implikasinya masih belum jelas, tapi ini menunjukkan bahwa pandemi belum terkendali. Sampai dosis vaksin pertama dan booster Covid 19 dapat diakses oleh semua orang yang memenuhi syarat secara global, akan terus ada varian baru muncul," tegas Howard memperingatkan.

Ahli lain dari Program Emerging Infectious Diseases Programme Duke-NUS Medical School Singapura, Ashley St John menjelaskan, penyebab tingkat penularan yang tinggi akibat Omicron diakibatkan perbedaan permukaan genetik dari varian tersebut.

"Tulang punggung genetik Omicron sangat, sangat berbeda. Namun, kami belum memiliki data yang konsisten apakah perbedaan genetik tersebut mengakibatkan peningkatan keparahan," jelas Ashley dilansir Ayoindonesia dari The Week, Selasa, 28 Desember 2021.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X