Bahaya, Jangan Sebarkan Kode OTP Ke Siapa pun! Inilah Modus Penipuan OTP Yang Perlu Kamu Ketahui

- Rabu, 19 Januari 2022 | 10:47 WIB
Inilah modus penipuan OTP yang perlu kamu ketahui. (iStock/George Manga)
Inilah modus penipuan OTP yang perlu kamu ketahui. (iStock/George Manga)


AYOINDONESIA.COM -- Simak modus penipuan OTP yang perlu kamu ketahui dalam artikel ini. Kode OTP (One Time Password) merupakan kode verifikasi atau kata sandi sekali pakai yang terdiri dar 6 digit karakter berupa angka unik. Lazimnya, kode OTP dikirimkan melalui SMS atau email dan rata-rata kode sekali pakai itu hanya berlaku singkat, misalnya dua menit.

Biasanya kode verifikasi sekali pakai tersebut dibutuhkan oleh kita untuk transaksi pembayaran, urusan perbankan, pendaftaran rekening bank digital, pendaftaran akun e-commerce, pendaftaran akun dompet digital, dan pendaftaran aplikasi lainnya. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya kode OTP di era digital seperti saat ini. Tapi tahukah kamu ada modus penipuan OTP?

Memang yang namanya penipuan selalu ada. Mereka melakukan modus penipuan OTP untuk melakukan transaksi illegal dengan menggunakan nomor kartu kredit korban. Jadi kamu harus hati-hati jangan mudah untuk memberikan kode one time password kepada siapapun termasuk kepada mereka yang mengaku dirinya dari bank.

Rata-rata oknum pelaku penipuan ini akan menelpon si korban menggunakan samaran nomor kantor. Penipu menyamar menjadi pihak bank atau instansi tertentu. Dan si pelaku ini mengatakan kepada korban bahwa kartu kreditnya sedang disalahgunakan orang lain.

Kemudian pelaku berpura-pura dan menawarkan bantuan pada korban untuk memblokir kartu kreditnya. Dan dia meminta pada korban untuk menyebutkan kode verifikasi sekali pakai (OTP) yang masuk secara beruntun ke ponselnya.

Berdalih membantu korban memblokir kartu kreditnya, tapi nyatanya si pelakulah yang sedang melakukan transaksi illegal menggunakan kartu kredit si korban. Hal tersebut memungkinkan si pelaku menyalahgunakan kartu kredit korban untuk transaksi-transaksi transfer perbankan, pencurian dana direkening bank serta penyalahgunaan lainnya

Dilansir dari indonesibaik.id, Kemkominfo mejelaskan bahwa jika pelaku penipuan telah berhasil mendapatkan kode one time password (OTP) seseorang, maka keamanan perbankan atau aplikasi yang dimiliki orang tersebut tidak lagi terjamin keamanannya.

Oleh karena itu, salah satu cara bagi kita untuk melindungi diri dari kejahatan yang terjadi di dunia digital adalah dengan menjaga kerahasiaan kode one time password (OTP) dan tidak membagikannya pada siapapun termasuk kepada mereka yang mengaku sebagai pihak bank.

Yang perlu diingat bahwa bank tidak pernah meminta nasabahnya untuk menyebutkan nomor OTP dengan alasan apapun. Jika ada yang meminta, kamu harus waspada karena hal tersebut berpotensi merupakan salah satu modus penipuan OTP.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X