Perempuan dan Anak Rentan Alami Kekerasan Pasca Bencana, Kemen PPPA Minta Pemda Dirikan Pos Ini

- Rabu, 23 November 2022 | 07:34 WIB
Pengungsian korban gempa Cianjur di Desa Talaga, Kec. Cugenang, Kab. Cianjur, Selasa (22/11/2022) (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pengungsian korban gempa Cianjur di Desa Talaga, Kec. Cugenang, Kab. Cianjur, Selasa (22/11/2022) (Ayobandung.com/Kavin Faza)

AYOINDONESIA.COM -- Kondisi perempuan dan anak-anak di tempat pengungsian korban gempa di Cianjur mendapat perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Dalam hal tersebut, Kemen PPPA menerjunkan langsung tim untuk berada di tenda pengungsian korban gempa Cianjur di Jawa Barat.

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar menyampaikan, Kemen PPPA telah menerjunkan tim untuk memantau langsung kondisi di lapangan.

Baca Juga: Pastikan Korban Gempa Ditangani Dengan Baik, Presiden jokowi Menuju Cianjur

"Kemen PPPA mengupayakan penanggulangan bencana yang ramah terhadap anak dan perempuan, termasuk mendukung penyediaan data kelompok berisiko, dan mendampingi anak dan perempuan di lokasi bencana," ujarnya.

Nahar juga mengatakan, pendampingan terhadap perempuan dan anak dilaksanakan karena mereka lebih rentan terhadap kekerasan di lokasi pengungsian.

Selain itu, perempuan dan anak juga memiliki kebutuhan spesifik yang perlu dipenuhi meskipun dalam kondisi bencana.

Selain itu, Kemen PPPA juga menyiapkan 100 paket bantuan kebutuhan spesifik bagi anak.

Baca Juga: Gempa Cianjur: Tercatat 125 Kali Gempa Susulan, Ini Jumlah Korbannya

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X