FIX! Perusahaan Boleh Naikan Harga Mobil LCGC 5 Persen

- Sabtu, 4 Maret 2023 | 12:24 WIB
Honda Brio | FIX! Perusahaan Boleh Naikan Harga Mobil LCGC 5 Persen. (Honda Indonesia)
Honda Brio | FIX! Perusahaan Boleh Naikan Harga Mobil LCGC 5 Persen. (Honda Indonesia)

AYOINDONESIA.COM -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah menyetujui dan mengumumkan kenaikan harga ceiling prize atau harga batas atas pada Low Cost Green Car (LCGC) atau Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) sebesar 5 persen.

Keputusan tersebut telah dipertimbangkan dengan memperhatikan daya beli masyarakat secara komprehensif.

Menurut Koordinator Fungsi Industri Alat Transportasi Darat, Direktorat IMATAP Kemenperin, Dodiet Prasetyo, kenaikan harga telah dikaji dengan baik.

Seperti mempertimbangkan berbagai faktor perubahan harga bahan baku, seperti logam dan karet, serta ongkos logistik.

Selain itu, kondisi perekonomian juga dipertimbangkan, termasuk tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Kawasaki D-Tracker X 2023, Motor Supermoto yang Nyaman untuk Perjalanan Harian

"Hitung hitungan tersebut telah dikaji dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat secara komprehensif dan telah mendapatkan perkenan persetujuan Menteri untuk menaikkan ceiling prize sebesar 5 persen," katanya dilansir dari Kantor Berita Antara, Sabtu, 4 Maret 2023.

Meski terjadi kenaikan harga, Kemenperin optimis bahwa hal tersebut tidak akan signifikan mempengaruhi penjualan LCGC.

Dodiet juga memprediksi bahwa pasar otomotif, khususnya LCGC, akan terus meningkat seiring dengan peningkatan inovasi dan fitur unggulan baru yang disematkan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong LCGC untuk terus mendukung efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon.

Baca Juga: 8 Mobil LCGC Berbagai Merk dengan Harga Terbaru Tahun 2023

Menurut Dodiet, prediksi mereka adalah bahwa produksi kendaraan KBH2 akan terus meningkat, terutama dengan adanya refreshment full model change pada kendaraan KBH2 yang dapat meningkatkan keberterimaannya di mata masyarakat.

Berdasarkan Permenperin 36 tahun 2021, jika harga jual terakhir sebesar Rp 135 juta, maka dengan kenaikan harga 5 persen, perusahaan dapat menaikkan harga sebesar Rp 6,7 juta.

"Prediksi kami bahwa produksi kendaraan KBH2 tetap akan meningkat, mengingat akan terdapat refreshment full model change kendaraan KBH2 yang dapat meningkatkan keberterimaannya oleh masyarakat," katanya.***

Halaman:

Editor: Galuh Widoera Prakasa

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X