Calon Mahasiswa Baru Merapat! Ini Syarat Terbaru Seleksi Masuk PTN 2023 yang Harus Diketahui

- Jumat, 20 Januari 2023 | 08:24 WIB
Perubahan seleksi masuk PTN 2023, disampaikan Menteri Nadiem Makarim
Perubahan seleksi masuk PTN 2023, disampaikan Menteri Nadiem Makarim




AYOINDONESIA.COM -- perubahan seleksi masuk PTN 2023 dikabarkan telah berubah dan semakin ramai dibicarakan.

Mengingat seleksi masuk PTN 2023 sudah mulai dipersiapkan calon mahasiswa baru, berikut informasi lengkapnya.

Seperti yang diinformasikan sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim telah melakukan perubahan seleksi masuk PTN 2023.

Dilansir dari snpmb.bppp.kemdikbud, perubahan seleksi masuk PTN 2023 telah dituangkan dalam peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 48 tahun 2022 tentang Penerimaan mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana.

Dalam peraturan tersebut, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyatakan bahwa transformasi atau perubahan seleksi di Pendidikan Tinggi Indonesia sudah dan tengah berjalan.

Tujuannya yakni untuk membentuk lulusan yang memiliki kompetensi multidisiplin dan memiliki dasar yang kuat terhadap disiplin ilmu utama setiap program studinya.

Baca Juga: Seleksi Masuk PTN 2023 Diganti Kemendikbud Ristek, Ini Aturan Baru dan Jadwalnya!

Sementara arah kebijakan transformasi pendidikan tinggi ini diimplementasikan dalam mekanisme penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri secara nasional dan mandiri yang sejalan dengan semangat merdeka belajar guna mendorong peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan pada jenjang sebelumnya.

Kemudian untuk diketahui, dalam perubahan seleksi masuk PTN 2023, kini terdapat tiga jalur yakni.

1. seleksi Nasional masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau berdasarkan prestasi;

2. Seksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau berdasarkan tes

3. seleksi mandiri oleh masing-masing PTN.

Meski tak jauh berbeda dari peraturan sebelumnya, Menteri Nadiem Makarim menegaskan perubahan aturan karena beberapa hal.

“Arah baru transformasi seleksi masuk PTN dilakukan melalui lima prinsip perubahan," kata Nadiem dalam peluncuran program Merdeka Belajar episode 22 yang ditayangkan YouTube Kemendikbud RI, Rabu 7 September 2022 lalu.

Baca Juga: Jadi Sistem Baru Masuk PTN, Calon Mahasiswa Wajib Tahu Bedanya SNMPTN yang Kini Berubah jadi SNBP

"Yaitu mendorong pembelajaran yang menyeluruh, lebih berfokus pada kemampuan penalaran, lebih inklusif dan lebih mengakomodasi keragaman peserta didik, lebih transparan, serta lebih terintegrasi dengan mencakup bukan hanya program sarjana, tetapi juga diploma tiga dan diploma empat/sarjana terapan,” lanjutnya.

Kendati demikian, inilah perubahan secara rinci yang dimaksud Menteri Nadiem Makarim.

1. seleksi Nasional masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

Lewat jalur SNMPTN, penilaian peserta didik akan didasarkan oleh dua komponen yang angkanya sama besar, yaitu:

1. Pemberian bobot minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran; dan

2. Pemberian bobot maksimal 50 persen untuk komponen menggali minat dan bakat.

Nadiem menerangkan, pembobotan komponen menggali minat dan bakat dapat diambil dari tiga unsur, diantaranya:  

1. Nilai rapor maksimal dua mata pelajaran pendukung, dan/atau

2. Prestasi lomba atau kompetisi, dan/atau

3. Portofolio (untuk program studi seni dan olahraga).

Baca Juga: Seleksi Masuk PTN 2023 Diganti Kemendikbud Ristek, Ini Aturan Baru dan Jadwalnya!

Untuk dipahami, Penentuan pembobotan komponen penggali minat dan bakat ini akan diserahkan sepenuhnya kepada setiap perguruan tinggi.

Diharapkan dengan adanya pembobotan nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran sebesar 50 persen, setiap calon mahasiswa tetap mementingkan pembelajaran di jenjang sekolah menengah.

Meski begitu, peserta didik tetap dapat mengembangkan minat dan bakatnya dengan adanya pembobotan 50 persen dari komponen menggali minat dan bakat.


2. seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

perubahan besar juga dilakukan pada seleksi masuk PTN melalui jalur tes atau SBMPTN.

Pada SBMPTN 2023, tidak akan ada lagi tes mata pelajaran.

Namun sebagai gantinya, peserta didik harus mengikuti tes skolastik.

Tes skolastik akan mengukur kemampuan murid di empat bidang meliputi:

1. Potensi kognitif

2. Penalaran matematika

3. Literasi dalam Bahasa Indonesia; dan

4. Literasi dalam Bahasa Inggris.

Baca Juga: Bisa Jadi Jalan Ninja Agar Lolos PTN Favorit, Inilah 8 Prodi Sepi Peminat di Universitas Indonesia

Dalam hal ini Nadiem Makariem menerangkan, tes skolastik tidak berhubungan dengan penghafalan materi sebagaimana tes mata pelajaran.

Namun, tes skolastik berhubungan dengan kemampuan bernalar, pemecahan masalah atau problem solving, dan potensi kognitif siswa.

Soal-soal yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam tes skolastik pun bukan terkait teknik gramatikal, melainkan kemampuan memahami logika teks.

Selain itu, peserta didik nantinya tidak akan terkejut dengan jenis pertanyaan dalam tes skolastik lantaran soal-soal tes tersebut mirip dengan asesmen nasional.

Alhasil, semua pertanyaannya adalah mengenai mengerti logika dan bisa menganalisa suatu problem yang kontekstual.

3. seleksi mandiri

perubahan yang dilakukan pada jalur seleksi mandiri yakni mengharuskan setiap PTN menggelar proses seleksi secara transparan.

Sebelum seleksi jalur mandiri dilaksanakan, PTN wajib mengumumkan 4 hal yakni:

1. Jumlah mahasiswa yang akan diterima masing-masing program studi dan fakultas;

2. Metode penilaian calon mahasiswa, apakah tes secara mandiri, atau kerja sama tes melalui konsorsium perguruan tinggi, atau memanfaatkan nilai dari hasil seleksi nasional berdasarkan tes, dan lain-lain;

3. Besaran biaya atau metode penentuan besaran biaya yang dibebankan bagi calon mahasiswa;

4. Calon mahasiswa atau masyarakat dapat melaporkan melalui kanal pelaporan whistleblowing system Inspektorat Jenderal Kementerian apabila memiliki bukti permulaan atas pelanggaran pengaturan dalam proses seleksi.

Baca Juga: Pejuang PTN Merapat! Ada Peraturan Terbaru SNBT 2023

Kemudian, sesudah pelaksanaan seleksi mandiri, PTN diwajibkan mengumumkan 4 hal diantaranya:

1. Jumlah peserta seleksi yang lulus dan sisa kuota yang masih belum terisi;

2. Masa sanggah selama 5 hari kerja setelah pengumuman hasil seleksi;

3. Tata cara penyanggahan hasil seleksi;

4.Calon mahasiswa atau masyarakat dapat melaporkan melalui kanal pelaporan whistleblowing system Inspektorat Jenderal Kementerian apabila memiliki bukti permulaan atas pelanggaran pengaturan dalam proses seleksi.

Dengan perubahan ini, Nadiem Makarim berharap, masyarakat dapat memantau dan mengawasi langsung proses seleksi jalur mandiri di setiap perguruan tinggi negeri.

Kendati demikian, itulah sejumlah perubahan yang dilakukan Menteri Nadiem Makarim dalam proses seleksi masuk PTN 2023 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

***

Editor: Novia Tri

Sumber: YouTube, snpmb.bppp.kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X