Risma Mengaku Tak Takut Didemo Pendamping PKH: Paling Berat Saya Mati Disini

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:07 WIB
Mensos Tri Rismaharini. (Instagram/@tri_rsmaharini_kemensos)
Mensos Tri Rismaharini. (Instagram/@tri_rsmaharini_kemensos)

 

AYOINDONESIA.COM--Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku sudah tahu sedari awal bahwa dirinya akan didemo oleh petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tapi Risma tetap datang karena dirinya tak takut menghadapi demonstrasi.

 Pernyataan itu Risma sampaikan di hadapan belasan petugas pendamping PKH yang sedang mendemo dirinya di Lombok Timur, Rabu (13/10). Hal itu tampak dalam video yang diunggah akun YouTube resmi Dirjen Linjamsos, yakni Linjamsos Oke. Video tersebut berjudul 'Mensos Risma Didemo di Lombok Timur, Ini Katanya Kepada Pendamping PKH'.

Dalam video berdurasi 16 menit itu, tampak belasan orang mengerubungi Risma di ruang terbuka. Adapun Risma berdiri di sebuah tempat yang sedikit tinggi, layaknya sebuah mimbar. Kepada para pendemo itu, Risma mengaku sudah mengetahui rencana aksi mereka sebelum tiba di Lombok Timur. Lantaran tak merasa takut, Risma memutuskan untuk tetap datang.

"Saya juga dengar, saya ke sini akan didemo. Tapi saya tidak takut, karena ini tugas saya. Kalaupun saya harus mati di sini, saya ikhlas," kata Risma kepada para pendemonya. "Saya nggak takut. Paling berat saya mati," imbuh perempuan berusia 59 tahun ini.

 

Adapun tuntutan para petugas pendamping itu tidak diketahui secara jelas. Hanya saja, Risma sempat menyinggung soal gaji pendamping. "Kalau teman-teman ini nggak mau, 'buk gajinya kurang', wong aturannya segitu," kata Risma.

Risma lantas meminta para petugas itu untuk bekerja ikhlas dan amanah dalam membantu masyarakat miskin. Jika bekerja dengan ikhlas, kata Risma, akan ada saja rezeki yang datang.

Risma juga meminta para petugas pendamping untuk tak selalu "melihat ke atas", tapi juga harus melihat "yang di bawah". Contoh terdekat "yang di bawah", kata Risma, adalah orang-orang penerima bansos PKH, yang hidup dalam kondisi miskin.

"Jadi tolong jangan lihat ke atas terus, nanti jatuh kamu terperosok jungkir balik .... Ikhlaslah. Kalau kita ikhlas, insya Allah tuhan akan balas. Ndak usah takut," kata politikus PDIP ini dilansir Republika

.

Halaman:

Editor: Asep Dadan Muhanda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tempat Wisata di Purwokerto yang Instagramable

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:11 WIB

5 Kunci Membangun Mental Baja Seperti Jack Ma

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:22 WIB
X