Fosil Gajah di Saguling Ternyata Dilaporkan Sejak Tahun 1970, Penelitian Berhenti Karena Pembangunan Waduk

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:59 WIB
Penemuan fosil gajah di Waduk Saguling. (Ayobandung.com/Restu)
Penemuan fosil gajah di Waduk Saguling. (Ayobandung.com/Restu)

BANDUNG, AYOINDONESIA.COM -- Penemuan fosil gajah di Waduk Saguling, Kampung Suramanggala RT 01 RW 01 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi titik terang baru bagi ilmu pengetahuan.

Fosil tersebut membuktikan bahwa gajah pernah hidup di pulau Jawa lalu punah pada satu waktu. Meski begitu, laporan fosil di wilayah Saguling ternyata bukan kali pertama. Badan Geologi telah mencatat laporan fosil sejak tahun tahun 1970.

Badan Geologi pernah kerjasama dengan beberapa ahli dari dalam dan luar negeri seperti Belanda dan Australia. Waktu itu kita mengumpulkan fosil yang ditemukan di daerah kawasan sini sebelum ada waduk. Memang sudah ada laporan," kata Penyelidik Bumi dari Badan Geologi Bandung, Johan Budi Winarto, Kamis 14 Oktober 2021.

Selain di wilayah Saguling, Badan Geologi juga mencatat laporan adanya fosil di kawasan Cililin dan Cipeundeuy. Namun, penelitian itu terhenti sejak dibangunnya waduk Saguling tahun 1980.

"Tahun 70 an itu ditemukan juga di Cililin dan Cipeundeuy. Itu terhenti sejak ada bendungan. Saya yakin ini masyarakat menemukan udah lama, tapi terinformasikan setelah ada pemerhati," paparnya.

Oleh karena itu, Badan Geologi mengusulkan kawasan Sirtwo Island dilindungi pasalnya di tempat itu melimpah di temukan fosil binatang verterbrata mulai dari gajah, sapi, rusa, dan kerbau.

"Kita usulkan untuk dilakukan konservasi, biasanya dilindungi bukan berarti tak boleh dimanfaatkan. Tetep bisa untuk pendidikan, penelitian, dan wisata juga bisa, tergantung dari pemerintah daerah mau diapakan ini, tugas kami hanya meneliti kolaborasi dengan akademisi dari UI, UNPAD dan ITB," paparnya.

Upaya itu bisa dilakukan jika pemerintah daerah dan pemilik lahan Indonesia Power duduk bersama. Karena penemuan fosil ini langka setelah terakhir dilaporkan 50 tahun lalu.

"Setelah 40-50 tahun baru ada lagi seperti ini dan ini (fosil) sangat melimpah. Jadi kalau bisa daerah sini saya sudah usulkan ke pemerintah agar dikonservasi," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Sumber: Ayobandung.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tempat Wisata di Purwokerto yang Instagramable

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:11 WIB

5 Kunci Membangun Mental Baja Seperti Jack Ma

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:22 WIB
X