Mayat Wanita Tanpa Busana di Sungai Citarum Ternyata Warga Rancaekek Bandung

- Selasa, 12 April 2022 | 15:33 WIB
Polisi selidiki menyelidiki penyebab kematian mayat laki-laki di perkebunan karet, pada Senin 3 Januari 2022. (Restu Sauqi)
Polisi selidiki menyelidiki penyebab kematian mayat laki-laki di perkebunan karet, pada Senin 3 Januari 2022. (Restu Sauqi)

 

BANDUNG BARAT, AYOINDONESIA.COM -- Teka-teki mengenai sosok mayat wanita yang tewas mengambang dalam keadaan tanpa busana di Sungai Citarum, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya terungkap.

Hasil penyelidikan aparat kepolisian, mayat perempuan tersebut bernama Roroh Rohaning (45) warga Kampung Ciluncat, Desa Tagal Sumedang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. "Sudah dipastikan (identitasnya) karena itu berdasarkan keterangan keponakan korban dan ciri-cirinya juga sudah dicocokan dengan identitasnya, dan dia membenarkan bahwa mayat itu adalah bibinya," kata Kapolsek Batujajar, Kompol Nana Supriatna, Selasa 12 April 2022.

Sebelumnya, warga Kampung Sinarmukti, RT 01 RW 04, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, dibuat geger oleh penemuan sosok mayat perempuan tanpa identitas mengapung di sungai Citarum, pada Senin 11 April 2022.

Baca Juga: Sosok Mayat Laki-Laki Mengambang di Sungai Citarum Bandung Barat. Penyebabnya Masih Misterius

Aparat kepolisian sempat pesimis mengungkap identitas korban, lantaran saat ditemukan korban tak mengenakan sehelai kain pun.

Nana menjelaskan titik terang akhirnya muncul setelah ada pihak keluarga datang ke Mapolsek Batujajar dengan mengaku sebagai keponakan dari almarhum perempuan tersebut. "Iya identitasnya sudah diketahui, dan sudah dicocokan dengan ciri-cirinya dan pihak keluarga membenarkan bahwa mayat yang ditemukan kemarin itu saudaranya," ujarnya

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, bahwa semasa hidupnya wanita ini kerap keluar rumah dan sering berendam di aliran sungai yang tak jauh dari kediamannya di Rancaekek.

Atas hal tersebut, kata Nana, perempuan tersebut diduga tidak bisa menyelamatkan diri setelah tergelincir dan terseret arus saat berada atau berendam di aliran sungai. "Oleh karenanya, tidak ada luka tanda kekerasan pada tubuh korban, namun itu murni terbawa arus hingga bermuara di (Sungai Citarum), Desa Selacau," ucapnya.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X