'Preman Pensiun', Mantan Residivis di Tasik Daftar Ibadah Haji

- Rabu, 25 Mei 2022 | 13:48 WIB
'Preman Pensiun', Mantan Residivis Kasus Pembunuhan Daftar Ibadah Haji
'Preman Pensiun', Mantan Residivis Kasus Pembunuhan Daftar Ibadah Haji

TASIKMALAYA, AYOINDONESIA.COM - Pasca dibukanya kembali ibadah haji oleh pemerintah Arab Saudi, minat masyarakat Kabupaten Tasikmalaya mendaftar haji cukup tinggi. Dalam sehari, setidaknya 7 hingga 25 orang mendatangi Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya untuk mendaftar haji.

Salah satu pendaftar haji yakni Asep Wahyu atau yang dikenal asep keling warga Parungpong Kecamatan Bantarkalong yang daftar haji, Rabu 25 Mei 2022. Pria ini bukan pengusaha atau ahli agama, melainkan mantan residivis pembunuhan yang sempat mendekam dibalik jeruji besi selama 10 tahun.

Asep yang sehari-hari bekerja serabutan ini mendaftar haji tanpa memiliki uang. Ia mengaku mendapat tawaran ibadah haji dari demawan yang berkunjung di kawasan wisata religi Pamijahan.  

"Dua bulan yang lalu saya bermimpi sholat di Masjid Nabawi, sampai saya bangun dan laksanakan sholat malam. Seminggu yang lalu Saya ditawarin dermawan, naik haji. Lah saya mah mau aja," tutur Asep.

Baca Juga: Antrian Haji di Kabupaten Bandung Barat Makin Panjang, Capai 21 Tahun

Asep mengaku tidak pernah menyangka akan mendapat tawaran berhaji dan daftar. Sebab, biasanya yang dibantu berangkat haji adalah para ustadz, sementara dirinya hanyalah mantan preman yang sudah pernah dipenjara vonis 10 tahun kasus pembunuhan.

“Saya mantan residivis, saya ingin taubat dan ingin menjalankan rukun islam yang ke-lima mudah-mudahan saya bisa berangkat dan saya yakin itu,” kata Asep.

Asep menceritakan kehidupannya yang dulu pernah kelam dialaminya. Ia pernah di penjara 10 tahun dalam kasus pembunuhan. Keling menghabisi nyawa tetangganya di Banten karena hamili istri lamanya saat dia merantau di Bangka Belitung.

"Saya samperin lelakinya, eh malah buka baju nantangin duel. Saya menang duel tersebut. Lalaki itu saya gorok dan polisi datang menangkap saya untuk diadili," jelas Asep.

Baca Juga: Hal Mistis Terjadi Saat Syuting KKN di Desa Penari, Tissa Biani Sampai Halusinasi!

Asep pun divonis hukuman 10 tahun penjara karena kasus menghilangkan nyawa orang, dirinya mengaku melaksanakan hukuman di Banten, Sukamiskin dan terakhir di Cirebon. Ia juga mengungkapkan pentatoan dirinya juga masih dalam penjara waktu di Cirebon.

Kementrian agama Kabupaten Tasikmalaya membenarkan adanya mantan residivis pembunuhan daftar haji. Dia, mendaftar setelah mendapat tawaran dari dermawan.

"Betul ada warga Kabupaten Tasikmalaya yang menurut dia mantan residivis kasus pembunuhan daftar haji. Kami layanan keperluanya itu." Kata Pejabat Hmas Kementrian Agama, Fajri Adisetia.

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X