Kementan Kawal Panen Cabai untuk Jaga Stok Aman Jelang HBKN

- Senin, 27 Juni 2022 | 10:23 WIB
Panen Cabai (Dok. Kementan)
Panen Cabai (Dok. Kementan)

AYOINDONESIA.COM -- Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus melakukan monitoring proses panen cabai di sejumlah sentra pertanian guna menjamin ketersediaan komoditas cabai skala nasional jelang Idul Adha tahun 2022. Hal ini ditempuh untuk memenuhi permintaan masyarakat yang diprediksi akan mengalami lonjakan pada momentum tersebut.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Prihasto Setyanto, saat meninjau sentra lahan pertanian cabai di Desa Kataan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Minggu, 26 Juni 2022.

Kendati demikian, pihaknya menyebut bahwa harga komoditas cabai tengah mengalami kenaikan akibat berkurangnya hasil panen dari tingkat petani akibat pengaruh anomali cuaca.

“Kami melakukan proses pemantauan panen cabai di sejumlah wilayah jelang Idul Adha untuk menjamin agar ketersediaannya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian harganya memang agak tinggi aiibat anomali cuaca yang sangat berpengaruh terhadap hasil panen petani,” jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari BPS pusat, hasil panen cabai secara nasional di seluruh provinsi saat ini memang tengah mengalami penurunan sekitar 7- 10 persen dari tingkat rata-rata produksi bulanan.

Berdasarkan hasil identifikasi Tim Kementan RI, penurunan banyak dipengaruhi oleh petani yang banyak berubag dari bertanam cabai ke pertanian padi lantaran pada periode bulan Mei-Juni curah hujan di banyak wilayah masih cukup tinggi. Selain itu, juga akibat banyaknya penyakit yang menyerang tanaman cabai.

Baca Juga: Adinda Azani dan Armand Zachary Resmi Menikah Segini Maharnya

“Iklimnya memang tidak bisa kita duga. Kami juga menempuh upaya pengendalian hama penyakit yang menyerang tanaman cabai di ribuan hektare lahan sejak bulan Mei lalu. Kami juga akan membagikan bantuan benih kepada para petani pada musim tanam berikutnya. Khususnya petani yang terdampak agar saat musim tanam tiba semuanya telah siap,” imbuhnya.

Ia menyebut, varietas cabai besar yang umum ditanam yaitu Arimbi, Pilar, Jecko, dan TM99. Sedangkan yang cabai rawit yaitu Kencana, Carika, Madun, Sigantung, dan Mahkota. Produksi cabai besar banyak terdapat di Kecamatan Bulu dan Parakan. Sedangkan cabai rawit banyak terdapat di Kecamatan Ngadirejo dan Kaloran.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X