Pelajar di Cirebon Lakukan Perundungan ke Anak Berkebutuhan Khusus, Ridwan Kamil Ajak Asah Rasa Kemanusiaan

- Rabu, 21 September 2022 | 18:22 WIB
Ilustrasi korban perundungan (Pixabay)
Ilustrasi korban perundungan (Pixabay)

 

BANDUNG, AYOINDONESIA.COM --  Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyoroti adanya kasus perundungan di Kabupaten Cirebon. Bahkan Ridwan Kamil mengunggah video perundungan tersebut ke akun media sosial Instagram dan Twitter.

Dilihat dari video perundungan unggahan @ridwankamil di Instagram, terlihat seorang anak menangis histeris karena dijaili oleh anak berbaju SMA. Bahkan, pelaku perundungan sampai hati mendorong-dorong korban dengan telapak kaki pelaku dan kemudian berdiri menaiki punggung korban.

Korban terlihat menagis histeris dan terlihat kesakitan.

Ridwan Kamil membuat tulisan pendek (Caption) dalam unggahannya tersebut.

Baca Juga: Link Baca Manhwa Lightning Degree Chapter 132: Cheon Bakal Menyerah?

"TIDAK BOLEH ADA BULLY DI LINGKUNGAN KITA," kata Ridwan Kamil

Ridwan Kamil menyebut bahwa korban perundungan dalam video unggahannya merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau kaum disabilitas. Ridwan Kamil menekan bahwa setiap manusia memiliki keunikan masing-masing sehingga harus diperlakukan layaknya manusia sewajarnya.

"Apalagi kepada kaum disabilitas, yang harus lebih kita pahami & sayangi. Setiap kita adalah unik dalam eksistensi hidupnya," tuturnya.

Pria yang kerap disapa Kang Emil itu mengungkapkan ada tiga pelaku perundungan yang ada di dalam video tersebut. Satu di antaranya telah diamankan polisi.

"Menindaklanjuti hal ini, 1 dari 3 pelaku kekerasan & bully di Kab. Cirebon sudah ditangkap polisi. Pelaku akan ditindak sesuai prosedur hukum yg berlaku," ungkapnya.

Korban telah mendapatkan penanganan oleh tim psikolog Jabar Quick Response untuk mendapatkan pemulihan mental.

"Pendampingan mental juga sudah kami arahkan ke tim psikolog @Jabarquickresponse," jelasnya.

Baca Juga: Cara Blokir Spam Email di Gmail Tanpa Ribet

Ridwan Kamil mengimbau kepada setiap peserta didik untuk terus mengasah rasa kemanusiaan. Selain itu, para orang tua dan guru untuk lebih mengintensifkan edukasi terkait rasa empati dan kemanusiaan.

"Untuk anak-anakku di sekolah, mari selalu saling menyayangi sesama manusia. Perlakukan teman kita seperti kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain," ujarnya.

"Untuk para orangtua dan para guru, mari edukasi terus rasa sayang kemanusiaan kepada anak-anak asih dan anak didik kita. Agar dunia selalu damai dan saling tolong menolong. Salam sayang," tandasnya.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X