Berpotensi Alami Trauma, Anak Disabilitas Korban Perundungan di Kab. Cirebon dapat Dampingan DP3AKB

- Kamis, 22 September 2022 | 15:20 WIB
Ilustrasi korban perundungan (Pixabay)
Ilustrasi korban perundungan (Pixabay)

BANDUNG, AYOINDONESIA.COM -- Kondisi mental anak korban perundungan di Kabupaten Cirebon menjadi fokus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Apalagi korban merupakan anak disabilitas yang diprediksi mengalami trauma hingga depresi.

DP3AKB Jabar telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2T2PA) Kabupaten Cirebon untuk membantu dalam memulihkan mental korban perundungan.

"Dampak bully yang diterima, korban bisa ketakutan, trauma, hingga depresi. Nah, itu yang akan kita coba tangani. Ini akan dilakukan oleh P2TP2A Cirebon yang memang paling dekat dengan domisili korban," kata kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Jabar, Anjar Yusdinar saat dihubungi, Kamis, 22 September 2022.

Anjar Yusdinar mengungkapkan, kasus perundungan anak disabilitas di Kabupaten Cirebon tersebut mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Pihaknya diperintahkan langsung oleh Ridwan Kamil untuk segera menangani kasus tersebut.

Baca Juga: Pertamina Tepis Isu Penurunan Kualitas BBM Pertalite, Irto: Kualitas Pertalite Tidak Berubah!

"Pak Gubernur juga telah menginstruksikan kepada kami untuk berkoordinasi juga tentang kasus ini. Terutama pendampingan korban. Pak Gubernur melalui Jabar Quickrespon juga memberi bantuan kepada korban untuk mengurangi beban keluarga," ungkapnya.

Anjar menjelaskan, pihaknya selama ini memiliki program khusus untuk mengantisipasi terjadinya aksi perundungan khususnya di sekolah lewat Jabar Berani Cegah Tindakan Kekerasan (Jabar Cekas). Program itu melibatkan sumber daya manusia di instansi pendidikan seperti guru.

Adanya kasus perundungan terhadap anak disabilitas ini membuat pihaknya untuk bergerak lebih masif dalam menyosialisasikan sekolah ramah anak.

"Jadi memang kita saat ini sedang menggalang sosialisasi untuk guru-guru. Kita juga ada sekolah ramah anak. Salah satunya untuk pencegahan bully seperti kasus ini," jelasnya.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Peran Nota dalam Kegiatan Jual Beli Sebuah Usaha

Jumat, 23 September 2022 | 07:27 WIB

Gandeng BNN, BTN Perluas Layanan Jasa Keuangan

Rabu, 21 September 2022 | 12:15 WIB

Saat Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Minggu, 18 September 2022 | 16:22 WIB
X