Waspada! BMKG Laporkan Ada 236 Gempa Susulan di Cianjur dengan Magnitudo 4,2

- Jumat, 25 November 2022 | 09:59 WIB
Jumat, 25 November 2022, BMKG mencatat ada 236 gempa susulan di Cianjur. (Dok. BPBD Kabupaten Cianjur)
Jumat, 25 November 2022, BMKG mencatat ada 236 gempa susulan di Cianjur. (Dok. BPBD Kabupaten Cianjur)



AYOINDONESIA.COM -- Kabar duka yang menyelimuti Cianjur, Jawa Barat belum usai.

Hingga dini hari tadi, BMKG masih melaporkan adanya gempa susulan yang mengguncang wilayah Cianjur.

Seperti yang diketahui, Cianjur mengalami duka mendalam setelah diguncang gempa magnitudo 5,6 pada Senin 21 November 2022 lalu.

Dilaporkan Ayobandung,com pada Jumat, 25 November 2022, BMKG kembali mencatat adanya 236 gempa susulan di Cianjur.

Berdasarkan data yang disampaikan BMKG, skala gempa paling besar mencapai magnitudo 4,2.

Skala tersebut diketahui berlangsung pukul 01.44 WIB dini hari tadi. Sementara kekuatan paling kecil, tercatat mencapai magnitudo 1,2.

Kendati gempa di Cianjur terus dikabarkan adanya susulan, BMKG juga mengaku belum memiliki data terkait penyebab terjadinya gempa bumi magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur.

Dwikorita Karnawat selaku Kepala BMKG mengatakan, ia bersama jajaran belum bisa memastikan pemicu utama bencana gempa ini terletak di sesar yang mana.

Baca Juga: Demi Pastikan Korban Gempa Ditangani dengan Baik, Presiden Jokowi Kembali Terjun ke Cianjur dan Sampaikan Ini
Hal ini dikarenakan belum ada data yang lengkap untuk menjawab pertanyaan tersebut.

"Karena belum ada data yang tepat. Kalau tidak Cimandiri, ya Padalarang. Episenter fokus mengarah ke arah sistem Sesar Cimandiri."

"Kenapa pakai kata sistem? Karena sesar itu tidak sendirian," ujar Dwikora, Jumat, 25 November 2022.

Menurutnya, pusat gempa itu tidak berada di pusat patahan. BMKG juga mencocokkan dengan vokal mechanism dengan kemiringan bidang, yang ada pada beberapa sesar yang ada di pusat gempa.

"Diproyeksikan ke atas, ini agak nyimpang beberapa kilometer. Namun sekali lagi kami masih harus mengumpulkan data," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto meminta  masyarakat yang ingin memberikan bantuan tidak bekerja secara sendiri-sendiri.

Hal itu, dikhawatirkan malah menyulitkan petugas dalam melakukan evakuasi korban gempa.

"Karena kita tahu ini cuaca juga hujan jalanan becek, daerah-daerah bencana ini rata-rata jalannya kecil sehingga menumpuk macet."

"Hari ini ada beberapa keluhan pasukan evakuasi yang ribuan itu tidak bisa bergerak leluasa karena terhambat saat akan menuju sasaran," ujarnya pada Rabu, 23 November 2022.

Baca Juga: UPDATE CIanjur! 54 Personel dari Pusdokkes Kembali Diturunkan untuk Membantu Korban Gempa Bumi

Sementara ditambahkan dari Ayojakarta.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengumumkan data terbaru korban gempa Cianjur.

Berdasarkan keterangan Suharyanto pada Kamis (24/11/2022), diketahui jumlah total korban meninggal bertambah menjadi 271 korban.

“271 jenazah sudah teridentifikasi. Pencarian dan evakuasi gabungan hasilnya, menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat,” ujar Suharyanto.

Namun Suharyanto juga menyatakan jika masih ada 40 korban yang hilang dari dampak gempa bumi yang terjadi pada senin (21/11/2022) lalu.

***

Editor: Novia Tri

Sumber: Ayojakarta, ayobandung

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X